Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Polres Tarakan Selidiki Kasus Pasien Covid-19 yang Meninggal di RSUD, Akan Minta Keterangan Ahli

Polres Tarakan selidiki kasus pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD, akan minta keterangan ahli

TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI
Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi saat ditemui di Mako Polres Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Polres Tarakan selidiki kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Tarakan, akan minta keterangan ahli.

Berkaitan laporan Mukhlis yang merupakan anak dari pasien almarhumah Megawati terhadap Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tarakan, Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi mengatakan masih dalam proses penyelidikan.

Dia sampaikan, pihaknya sudah melengkapi berkaitan dengan keterangan-keterangan dari rumah sakit baik itu dari Rumah Sakit Pertamedika Tarakan maupun dari RSUD Tarakan.

"Saksi-saksi yang diperiksa yaitu dokter, perawat, ataupun yang bertanggung jawab di bagian pelayanan," sebutnya, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Soal Aturan Rekam Medis, Penasihat Hukum RSUD Tarakan Syafruddin:Tidak Dapat Dikeluarkan Begitu Saja

Baca juga: Soal Resume Medis Ibunya yang Positif Covid-19 di RSUD Tarakan, Pelapor Yakin Kejahatan Terstruktur

Baca juga: Pasien Covid-19 Meninggal, Kabid Pelayanan Medis RSUD Tarakan Jelaskan Resume Medis Kepada Keluarga

Dia menyampaikan, saat ini Satreskrim sedang mendalami berkaitan dengan resume medis milik pasien Megawati.

Sebelum nanti pihaknya meminta keterangan Ahli untuk mendukung proses penyidikan yang dilaksanakan.

"Untuk Ahli masih belum kami tentukan, yang pasti nanti kita akan memeriksa berkaitan dengan IDI Pusat dan juga Ahli Pidana mungkin," katanya.

Berkaitan dengan kegiatan pada hari ini, dia sampaikan kegiatan tersebut di luar dari proses penyelidikan yang mereka laksanakan.

Polres Tarakan hanya ingin memfasilitasi para pihak untuk melakukan penyampaian resume medis, sesuai surat permohonan RSUD Tarakan.

Yang mana, kata dia, untuk isi rekam medis sendiri merupakan hak yang memang seharusnya didapatkan oleh pasien sesuai Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

"Dan berkaitan hak-haknya ini ada di pasal 52 huruf e, yang mana pasien ini berhak untuk mendapatkan isi rekam medis," ucapnya.

"Alhamdulillah kegiatan ini lancar, semoga kegiatan hari ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pihak keluarga pasien," tutupnya.

Baca juga: Keluarga Minta Rekam Medis ke RSUD Tarakan, dr Andi Rizal Ungkap Alasan Rumah Sakit tak Serahkan

Baca juga: 40 Hari Pasca Meninggalnya Sang Ibu, Pelapor RSUD Tarakan Minta Rekam Medis Almarhumah Diserahkan

Baca juga: Kembangkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Ini Harapan Direktur Utama RSUD Tarakan dr Hasbi

(*)

Penulis: Risnawati

Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved