Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Problem Perbatasan RI-Malaysia Tak hanya Sinyal & Listrik, Tenaga Pengajar Muda Ungkap Hal Lain

Setahun mengabdi, tenaga pengajar muda di perbatasan RI-Malaysia kesulitan mendapat sinyal & listrik, serta ini.

TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Pengajar muda di perbatasan RI-Malaysia, Yuga Putri Pramesty (24). (TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Setahun mengabdi, tenaga pengajar muda di perbatasan RI-Malaysia kesulitan mendapat sinyal & listrik, serta ini.

Setahun mengabdi di perbatasan RI-Malaysia, enam tenaga pengajar muda ini memiliki segudang cerita suka dan duka.

Keenam tenaga pengajar itu berasal dari latar belakang pendidikan, perguruan tinggi dan asal yang berbeda-beda. Mereka tergabung dalam Yayasan Indonesia Mengajar.

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy Pastikan Rapid Antigen di Perbatasan Gratis

Baca juga: Tersisa 2 Desa Sangat Tertinggal, Pemkab Malinau Genjot Pemberdayaan di Perbatasan RI-Malaysia

Baca juga: Pos Pengecekan Kesehatan di Perbatasan Kaltara Dibangun, Beroperasi Senin Besok, Wajib Rapid Antigen

Mulai Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jepara, Sukabumi, dan Yogyakarta.

Yuga Putri Pramesty (24), satu diantara 6 pengajar muda yang memutuskan untuk mengabdi di pelosok desa Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak tahun 2020.

Mereka tersebar di lima kecamatan yaitu Sebatik Tengah, Tulin Onsoi, Sembakung Atulai, Lumbis Ogong dan Lumbis.

Di tiap kecamatan, enam tenaga pengajar itu mengajar untuk 6 sekolah yang berbeda.

"Kami angkatan XIX, angkatan pengajar muda terakhir. Kami berenam itu terbagi untuk mengajar dienam sekolah. Kalau saya ditempatkan di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah. Jadi ada satu kecamatan yang ditempatkan dua orang," kata wanita yang akrab disapa Yuga kepada TribunKaltara.com, Minggu (21/02/2021), pukul 13.00 Wita.

Menurut lulusan Universitas Gadjah Mada itu, tugas mereka selama setahun yakni mengajar di sekolah yang notabene masih kekurangan SDM tenaga pengajar.

Bahkan dari pengakuan Yuga, wilayah tempat mereka mengabdi masih terbilang cukup sulit, mulai akses jalan, sinyal hingga transportasi.

Halaman
123
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved