Anggota DPRD Kaltara Meninggal Dunia

PROFIL Anggota DPRD Kaltara Asmah Gani, Meninggal di RSUD Tarakan, Pernah Jabat Wabup Nunukan

Profil anggota DPRD Kaltara Asmah Gani, meninggal dunia di RSUD Tarakan, pernah jabat Wabup Nunukan.

Editor: Amiruddin
Kolase TribunKaltara.com
Profil anggota DPRD Kaltara Asmah Gani, meninggal dunia di RSUD Tarakan, pernah jabat Wabup Nunukan. (Kolase TribunKaltara.com) 

Rahman mengaku, tahapan yang akan dilakukan pihaknya setelah penetapan yaitu tahapan pengusulan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih kepada Gubernur Kaltara untuk dilantik menjadi definitif Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2024.

Baca juga: Oknum ASN Nunukan Bawa Sabu dari Malaysia, Dibekuk Polisi di Pelabuhan, Ngaku Disuruh Suami di Lapas

Kendati demikian, KPU Nunukan belum mendapatkan jadwal pelantikan calon Bupati dan Wakil Nunukan terpilih 2020 itu.

Sehingga, acuan sementara KPU berdasarkan masa jabatan Bupati Nunukan periode sebelumnya.

"Sejauh ini kami belum dapat informasi jadwal pelantikan Bupati terpilih. Jadi sementara masih mengacu pada masa jabatan Bupati periode sebelumnya. Masa jabatan Asmin Laura itu hingga 31 Mei 2021. Itu jadi acuan sementara," ucapnya.

Lanjut Rahman, bilamana tidak ada perubahan waktu pelantikan, maka Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2020 bakal dilantik pada 1 Juni 2021 nanti.

"Kalau tidak ada perubahan terkait waktu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, maka 1 Juni sudah dilantik. Jika ada opsi lain bisa saja lewat dari bulan itu," ungkapnya.

Jelang rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nunukan terpilih 2020, puluhan personel Polres Nunukan, jaga ketat lokasi acara, Jumat (19/02/2021), pukul 19.30 Wita.
Jelang rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nunukan terpilih 2020, puluhan personel Polres Nunukan, jaga ketat lokasi acara, Jumat (19/02/2021), pukul 19.30 Wita. (IST)

Puluhan personel Polres Nunukan jaga lokasi penetapan paslon

Sebelumnya diberitakan, jelang rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nunukan terpilih 2020, puluhan personel Polres Nunukan, jaga ketat lokasi acara, Jumat (19/02/2021), pukul 19.30 Wita.

Rapat pleno tersebut berlangsung di Sayn Cafe dan Resto (Alun-alun Nunukan), Jalan Ahmad Yani, RT 01 Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan rencanakan rapat pleno terbuka itu dilakukan pada Sabtu besok.

Namun, salinan putusan dismissal dari Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan nomor perkara 49/PHP.BUP-XIX/2021, lebih awal diterima KPU Nunukan dari perkiraan sebelumnya.

Sehingga pelaksanaan pleno penetapan Paslon Bupati dengan perolehan suara terbanyak pada Pilkada serentak 2020 dimajukan satu hari.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kaharuddin selaku divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Nunukan.

Baca juga: Usai Sidang Sengketa Pilkada Nunukan, Bupati Laura Fokus Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi

"Iya rapat pleno penetapan pukul 20.00 Wita nanti," kata Kaharuddin kepada TribunKaltara.com.

Menurut Kaharuddin, kendati pelaksanaan rapat pleno berlangsung terbuka, namun pihaknya membatasi peserta yang masuk dalam lokasi acara.

"Kami batasi peserta. Jadi yang boleh hadir sesuai undangan itu Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang mau ditetapkan termasuk perwakilan 1 orang dari Parpol pengusung, unsur Forkopimda Nunukan, dan Bawaslu Nunukan," ucapnya.

Selain itu, Kaharuddin juga mengaku cafe tempat dilangsungkan rapat pleno sudah ditutup untuk pengunjung sejak pukul 19.00-22.00 Wita.

"Sebenarnya untuk persiapan rapat pleno ini, sudah dari awal sebelum putusan dismissal dibacakan oleh MK. Kami siapkan dua alternatif, kalau sidang lanjut apa yang dilakukan. Tapi alhamdulillah MK putuskan perkara tidak dapat diterima,"

Sementara itu, Kaharuddin menyampaikan bagi masyarakat Nunukan yang ingin menyaksikan pelaksanaan rapat pleno tersebut dapat mengunjungi sosial media Facebook @ KPU Nunukan.

"Masyarakat Nunukan bisa akses Facebook KPU Nunukan untuk saksikan rapat pleno nanti," ungkapnya.

Baca juga: Sidang Sengketa Pilkada Nunukan, Hakim MK Putuskan Menolak Petitum Dani Iskandar - Muhammad Nasir

Sekadar diketahui, hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU dari 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan, pasangan Asmin Laura-Hanafiah (Amanah) nomor urut 1,unggul 48.019 suara.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Dani Iskandar-Muhammad Nasir peroleh 45.359 suara.

Pasangan Asmin Laura-Hanafiah diusung partai Hanura (7 kursi), Gerindra (1 kursi), Nasdem (2 kursi), Golkar (2 kursi) PDIP (1 kursi), dan Perindo (1 kursi).

Termasuk dua partai pendukung (non kursi di parlemen) yakni PKB dan Partai Gelora Indonesia.

Diketahui, jumlah suara sah pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu sebanyak 93.378, sementara jumlah suara tidak sah 2.587. Sehingga total suara sah dan tidak sah sebanyak 95.965.

Jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada serentak 2020 yakni sebesar 117.763. Sedangkan yang menggunakan hak pilih dalam DPT itu 91.268 pemilih.

Untuk jumlah pemilih yang pindah memilih (DPPh) yang menggunakan hak pilih sebesar 1.094 pemilih.

Sedangkan, jumlah pemilih tidak terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak pilih dengan KTP elektronik atau surat keterangan (DPTb) yakni 3.603 pemilih.

Jumlah TPS di Kabupaten Nunukan pada Pilkada serentak 2020 sebanyak 541 yang tersebar di 21 kecamatan dan 240 desa/ kelurahan.

(*)

Penulis: Febrianus felis

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved