Sabtu, 11 April 2026

Perbatasan RI Malaysia

Prioritaskan Daerah Terluar, BBM Satu Harga Malinau Sasar Kecamatan di Perbatasan RI-Malaysia

Sejak tahun 2020 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau memprioritaskan kuota BBM bersubsidi untuk disalurkan ke wilayah 3T.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi Warga Sedang Mengisi bahan bakar jenis pertalite di Jalan Pusat Perkantoran, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Sejak tahun 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Malinau memprioritaskan kuota BBM bersubsidi untuk disalurkan ke wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Melalui program pembangunan BBM satu harga Kementerian ESDM, kuota bahan bakar jenis premium diperuntukkan untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar Indonesia.

Warga Kabupaten Malinau di wilayah 3T, termasuk perbatasan RI-Malaysia, dapat menikmati subsidi BBM melalui program BBM satu harga.

Baca juga: Stok Pertalite Surplus, BBM Bersubsidi Sulit Diperoleh, Kaban Ekonomi Malinau Beber Penyebabnya

Baca juga: Tindak Lanjut Sungai Malinau yang Tercemar Limbah, Investigasi Kolam Tuyak Ditangani Polda Kaltara

Baca juga: Bahas Ketersediaan BBM, DPRD Usulkan SPBU Malinau Kota Beroperasi Rutin

Sedangkan di wilayah lain, bahan bakar jenis pertalite diprioritaskan bagi masyarakat perkotaan untuk mendukung PLB.

Terhitung sejak Oktober 2020 lalu, Pemkab Malinau efektif memberlakukan program langit biru atau PLB, untuk mengurangi emisi karbon terhadap lingkungan.

Kepala Badan Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, Erly Sumiati menjelaskan, penyaluran BBM satu harga di 3 kecamatan.

"Kuota premium kita fokuskan pendistribusiannya di wilayah 3T, sekarang ada di Kayan Selatan, Sungai Boh dan Mentarang Hulu," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (27/2/2021).

Kuota bahan bakar jenis premium di Kabupaten Malinau tahun 2020 sebanyak 7.965 KL dan realisasi penyaluran mencapai 7.488 atau 94.01 persen.

Sedangkan data terbaru hingga 25 Februari 2021, total penyaluran bahan bakar jenis premium sebanyak 685 KL atau 685 ribu liter.

"Selain 3 lokasi tersebut, BBM satu harga sedang dibangun di sejumlah kecamatan lainnya," ungkap Erly Sumiati.

Meliputi Kecamatan Kayan Hilir, Kayan Hulu, Mentarang, Pujungan, Bahau Hulu, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu dan Sungai Tubu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Kaltara Kamis 25 Februari 2021, Malinau dan Tana Tidung Berpotensi Hujan Petir

Baca juga: Direncanakan Maret 2021, Dinas Kesehatan Malinau Data Sasaran Vaksinasi Tahap Kedua

Baca juga: Persiapan Jelang Transisi Pemerintahan, Pemkab Malinau Godok LKPJ Bupati Akhir Masa Jabatan

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved