Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Mantan Ketua Koperasi di Nunukan Divonis 4 Tahun Penjara, Mengaku Uang Hasil Korupsi untuk Nyaleg

Mantan ketua Koperasi Serba Usaha Mattiro Bulue di Nunukan divonis 4 tahun penjara. Dia mengaku uang hasil korupsi untuk modal nyaleg.

IST
Persidangan virtual JPU Nunukan bersama Majelis Hakim Tipikor Samarinda dalam kasus dugaan korupsi dana bansos kementrian Koperasi dan UKM yang menjerat eks caleg DPRD Nunukan 2014 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Mantan ketua Koperasi Serba Usaha Mattiro Bulue di Nunukan divonis 4 tahun penjara. Dia mengaku uang hasil korupsi untuk modal nyaleg.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Kalimantan Timur, menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Asrul bin Sammang (50), karena terbukti menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 juta.

Asrul adalah mantan Ketua Koperasi Serba Usaha Mattiro Bulue di Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca juga: Tak Lama lagi Nunukan Punya Mesin ADM, Mengurus Dokumen Kependudukan seperti ke ATM Bank

Baca juga: Syarwani jadi Ketua DPD Golkar Kaltara, Effendhi Djuprianto Akui Legowo Terima Hasil Musda II

Dia dinilai menjadi orang yang bertanggung jawab dalam korupsi proyek pengerjaan bangunan untuk pedagang kaki lima pada 2013.

Pada putusan Pengadilan Tipikor Samarinda, Nomor 31/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smr, Asrul terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam dakwaan primair.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," ujar Hakim Tipikor Samarinda Deky Velix Wagiju membacakan putusan, dalam sidang virtual, Selasa (3/3/2021).

Baca juga: Demokrat Bulungan Setia Mendukung AHY, Farida: KLB Partai Demokrat di Sibolangit Itu Ilegal

Selain itu, hakim menghukum Asrul untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 375.000.000, paling lama dalam satu bulan sesudah putusan tersebut berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka Asrul ditambah masa hukumannya selama 2 tahun.

Baca juga: Tempuh Perjalanan Darat 3 Jam, Tim PLN Terangi Desa Laban Nyarit, Warga Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nunukan Kalimantan Utara yang menuntut Asrul dengan pidana penjara 5 tahun 6 bulan.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved