Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Tempuh Perjalanan Darat 3 Jam, Tim PLN Terangi Desa Laban Nyarit, Warga Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Menempuh perjalanan darat 3 jam, Tim PLN bisa menerangi Desa Laban Nyarit. Warga desan pun kini bisa nikmati listrik 24 jam.

HO/PLN
Menempuh perjalanan darat 3 jam, Tim PLN bisa menerangi Desa Laban Nyarit. Warga desan pun kini bisa nikmati listrik 24 jam. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Menempuh perjalanan darat 3 jam, Tim PLN bisa menerangi Desa Laban Nyarit. Warga desan pun kini bisa nikmati listrik 24 jam.

Komitmen PLN memberikan terang hingga ke pelosok negeri terus berlanjut. Kali ini, warga desa Laban Nyarit, Malinau, Kalimantan Utara sudah dapat menikmati listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Untuk menuju ke desa ini, diperlukan waktu tempuh tiga jam melalui perjalanan darat dari Malinau dengan melewati jalur tambang batu bara.

Warga Desa Laban Nyarit bisa tersenyum, karena desanya kini bisa nikmati listrik 24 jam. Nonton TV pun bisa siang hari.
Warga Desa Laban Nyarit bisa tersenyum, karena desanya kini bisa nikmati listrik 24 jam. Nonton TV pun bisa siang hari. (HO/PLN)

Sebelumnya, warga setempat mengandalkan penerangan di malam hari dengan menggunakan genset pribadi.

Benyamin, salah satu warga Desa Laban Nyarit, Kabupaten Malinau dengan tersenyum riang menyampaikan bahwa, masuknya listrik ke desa tempat tinggalnya sangat membantunya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kalau dulu tidak ada listrik sulit. Sekarang siang hari bisa nonton tv, anak-anak juga senang bisa nonton tv, bisa belajar tidak gelap lagi,” tutur Benyamin.

Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Kalimantan Utara, Nur Hakim menyampaikan, proses untuk melistriki Laban Nyarit telah dilakukan PLN sejak Desember 2020.

"Dengan telah selesainya proyek listrik pedesaan di Laban Nyarit, saat ini sudah 80 pelanggan tersambung.

Harapan kami masyarakat ikut menjaga aset kelistrikan disekitar rumahnya, misalnya dari pohon yg menjuntai, agar distribusi listrik selalu lancar," ucap Hakim.

Dengan mengangkut material dari Tanjung Redeb, Berau, PLN berhasil membangun 1.3 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR), 3.03 kms Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan gardu distribusi berkapasitas 1x50 kVA.

PLN mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga asset yang telah didirikan oleh PLN, salah satunya dengan menjaga jarak pohon lebih dari 3 meter agar tidak terjadi gangguan.

Komitmen PLN untuk membawa terang hingga ke seluruh pelosok desa di Kalimantan Utara belum usai. Saat ini terdapat 5 proyek listrik pedesaan yang  tengah digarap pada tahun 2021.

Ke depannya, PLN berharap seluruh proyek ini berjalan dengan lancar sehingga masyarakat diseluruh penjuru desa segera dapat menikmati listrik dari PLN. (dha)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved