Perbatasan RI Malaysia

Laris di Malaysia, Dinas Perdagangan Nunukan Beber Ekspor Kepiting ke Tawau Hingga 3.000 Kg Per Hari

Laris di Malaysia, Dinas Perdagangan Nunukan Beber Ekspor Kepiting ke Tawau Hingga 3.000 Kg Per Hari.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Suasana salah satu pasar ikan di Nunukan. (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan beber ekspor komoditi perikanan jenis kepiting ke Tawau, Malaysia hingga 3 ribu kilo per hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Ari Suwagis Tuti.

"Data dari Sentra Kelautan Pelayanan Terpadu (SKPT), volume barang yang diekspor ke Tawau, Malaysia itu terbilang fantastis. Kepiting per hari bisa 3 ribu kilo. Tapi tidak hanya satu pengusaha saja," kata Aris Suwagis Tuti kepada TribunKaltara.com, Senin (08/03/2021), pukul 16.00 Wita.

Baca juga: Puluhan Tahun Hasil Tangkapan Nelayan Nunukan Dijual ke Pasar Tawau Secara Ilegal, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pengepul Rumput Laut Nunukan Akui Angkut & Kirim Hingga Seribu Karung dalam Sepekan, Ini Kendalanya

Baca juga: Dinas Perdagangan Minta Pengepul Rumput Laut di Kabupaten Nunukan Segera Miliki Izin Usaha

Dari data rekapitulasi ekspor komoditi perikanan per Desember 2020 lalu, total ekspor ke Tawau, Malaysia hingga 875,380 Kg, dengan 48 varian yang terdiri dari jenis ikan, kepiting, dan udang.

Menurut Ari, dari 48 komoditi hasil perikanan yang paling banyak diekspor ke Tawau, Malaysia yakni kepiting.

"Memang kalau untuk jenis ikan besar laris di pasar Tawau. Tidak kalah juga kepiting. Malaysia itukan cita-cita jadi kota kepiting. Makanya banyak kepiting yang diimpor dari kita. Jadi ikan besar kita jual ke sana, ikan kecilnya kita beli," ucapnya.

Di samping itu pula, harga jual ikan hasil nelayan di pasar Tawau, Malaysia lebih besar dibanding dipasarkan di dalam negeri.

"Kalau untuk ikan jenis besar nilai ekonominya tinggi. Jadi masyarakat lokal selama ini konsumsi ikan jenis Plagis (ikan-ikan kecil) seperti ikan Layang, karena harga masih terjangkau. Di sisi lain, daya beli di Nunukan kurang, sementara harga tinggi. Kalau dijual ke Tawau terserap semua. Jadi kita ekspor ikan besar ke Tawau, kita impor ikan kecil ke Nunukan," ujar Ari.

Meski begitu, Ari mengaku, kondisi ekspor komoditi hasil nelayan di Nunukan masih bersifat tradisional.

Puluhan tahun, transaksi para nelayan dan pengusaha eskpor di Nunukan tidak melewati pintu Keimigrasian.

Lantaran, status dermaga belum ditetapkan menjadi pelabuhan resmi untuk ekspor dan impor.

"Sebenarnya gini, memang benar kendala kita pada regulasi soal status dermaga ekspor impor. Namun, beberapa pengusaha kita sudah memiliki dokumen Pemberitahuan Eskpor Barang (PEB). Sehingga aktivitasnya bisa dibilang resmi karena dipantau juga oleh Bea Cukai dan Karantina Hewan. Bahkan ekspor juga melalui SKPT baik yang ada di Sebatik maupun di Nunukan. Jadi setiap ikan yang masuk ke Malaysia atau dari luar Nunukan harus transit di SKPT," tuturnya.

Di samping itu, pangsa pasar komoditi perikanan Nunukan saat ini masih berada di Tawau,Malaysia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Nunukan Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Lumbis Ogong

Baca juga: Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Wajib Tunjukkan Rapid Test Antigen, Ini Penjelasan Kepala KKP Nunukan

Baca juga: Warga Inhutani Minta Izin Bangun Rumah di Lokasi Eks Kebakaran, Pemkab Nunukan: Sementara tak Boleh

"Khususnya ikan, pangsa pasar untuk ekspor komiditi hasil nelayan kita masih di Tawau. Belum ada yang lain. Untuk menghapus transaksi ekspor yang berlangsung tradisional agak rumit. Butuh proses, tapi perlahan kami berikan edukasi untuk melengkapi dokumen baik PEB maupun SKA. Sembari menunggu balasan surat dari Kementerian terkait penetapan status dermaga kita. Tidak hanya ekspor tapi impor juga. Kita di perbatasan ini tidak bisa dipungkiri butuhkan barang dari Malaysia juga," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved