Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Dapat Porsi Lebih Besar, Tenaga Kesehatan di Nunukan Bakal Dikucur Dana Insentif Rp 22 Miliar

Dapat porsi lebih besar, tenaga kesehatan di Nunukan bakal dikucur dana insentif Rp 22 miliar.

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com
Ilustrasi - Uang (TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dapat porsi lebih besar, tenaga kesehatan di Nunukan bakal dikucur dana insentif Rp 22 miliar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nunukan, beber 30 persen dari Rp35 miliar Dana Insentif Daerah (DID) 2021 diperuntukkan bagi insentif tenaga kesehatan ( Nakes ) di lingkungan Dinas Kesehatan.

Raden Iwan Kurniawan mengatakan, tahun 2021 ini, Kabupaten Nunukan memperoleh alokasi DID sebesar Rp35 miliar.

Menurutnya, angka tersebut diatur peruntukkannya 30 persen atau sebesar Rp22 miliar untuk Nakes. Sehingga, bidang kesehatan tahun ini mendapat porsi anggaran yang terbilang besar.

"Tahun ini bidang kesehatan, utamanya untuk insentif Nakes mendapat porsi DID lebih besar yaitu 30 persen atau Rp22 miliar dari DID," kata pria yang akrab disapa Iwan kepada TribunKaltara.com, Sabtu (20/03/2021), pukul 13.00 Wita.

Baca juga: Dana Transfer dari Pemerintah Pusat Berkurang Hingga Rp 23 Miliar, Ini Reaksi Pemkab Nunukan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 20 Maret 2021, BMKG Prediksi Wilayah Nunukan Cerah Berawan di Sore Hari

Baca juga: UPDATE Tambah 7, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 1.121, Jubir Satgas Sebut 2 Import & 5 Transmisi Lokal

Meski begitu, kata Iwan tahun ini insentif tenaga kesehatan itu dibebankan kepada pemerintah daerah.

"Tahun sebelumnya, insentif untuk Nakes itu dibiayai full oleh pemerintah pusat sekarang dibebankan kepada pemerintah daerah," ucapnya.

Dia menjelaskan, dari Rp22 miliar, Rp18 miliar di antaranya untuk anggaran murni 2021, sementara sisanya Rp3 miliar sekian untuk menggenapkan kekurangan pembayaran di tahun 2020.

"Alasan mengapa ada yang kurang, karena pemerintah pusat baru mentransfer DID setelah APBD ditetapkan. Di tahun 2020 sekira Rp10 miliar kekurangannya, alasan daerah belum menganggarkan karena pemerintah pusat yang anggarkan itu semua.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan.
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)

Ternyata yang disalurkan pusat ke daerah juga tidak genap untuk tahap berikutnya. Kekurangannya masih sekira Rp3,9 miliar. Ini yang jadi beban daerah untuk menyusun recofusing anggaran tahun ini. Jadi kami cari untuk menggenapkan kekurangan itu ditambah alokasi murni 2021 sebesar Rp18 miliar," ujar Iwan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved