Wawancara Eksklusif
Cerita I Gede Pasek Suardika soal Anas ‘Dikudeta’, Sebut KLB itu Karma Luar Biasa untuk SBY
I Gede Pasek Suardika, eks loyalis Anas Urbaningrum menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah 'kudeta' saat Anas jadi Ketua Umum Partai Demokrat.
TRIBUNKALTARA.COM - MANTAN politisi Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika, eks loyalis Anas Urbaningrum menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah melakukan 'kudeta' saat Anas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Gede menyebut SBY telah menerima KLB atau Karma Luar Biasa, karena telah melakukan kudeta terhadap Anas.
HAL itu menurut Gede dapat dilihat lantaran telah terjadi 'kegaduhan' di internal Partai Demokrat saat ini.
"Ini namanya Karma Luar Biasa atau KLB," ujar Gede Pasek saat berbincang bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3).
Gede menganalisa atau adanya keterkaitan bagaimana dulu SBY menjatuhkan Anas dengan melakukan intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mempertanyakan status hukum Anas.
Padahal ketika itu, ucap Gede, SBY tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. Namun, melakukan konferensi pers berkaitan dengan status hukum Anas.
Baca juga: Kisah Pilu Gede Pasek Soal KLB Demokrat Angkat SBY jadi Ketum Lagi, Anas Urbaningrung Disebut-sebut
Baca juga: Aksi Jansen Sitindaon Datangi Jhoni Allen saat Jeda Mata Najwa TERUNGKAP, Bahas Soal Kudeta Demokrat
"Memberikan pertanyaan kepada KPK. Tidak lazim, kunjungan kepala negara, kepala pemerintahan, sebagai presiden di sana jumpa pers dari Jeddah. Sudah mau pulang, kok belum-belum jadi tersangka, itu tafsir kita," tuturnya.
"Bahasanya lucu juga, beliau bilang, dipastikan statusnya Anas Urbaningrum kalau memang bersalah katakan bersalah, kalau tidak bersalah tolong jelaskan kenapa tidak bersalah," kata Gede Pasek. Berikut petikan wawancara Tribun Network bersama I Gede Pasek Suardika.
Kenapa Anda bisa sebut SBY melakukan kudeta?
Memang kalau ngomong ceritanya panjang. Intinya ketika kongres di Bandung itu, AU menang tapi tidak diinginkan. Dengan berbagai pergolakan yang ada.
Pasca itu terjadi semacam dinamika politik internal. Proses eksistensi masing-masing di Muscab, Musda, yang mana banyak dimenangkan mereka yang loyal dengan mas Anas.
Ini membuat gundah beliau ini karena bisikan kiri-kanannya. Yang sempat disebut Mas Anas itu politik para sengkuni, yang banyak bikin orang marah-marah.
Posisi SBY hasil kongres di Bandung kan' kuat?
Super kuat. Waktu itu kita sibuk berebut ketua umum. Saya kira tidak ada tontonan demokrasi yang semenarik itu.
Karena suara kejar-kejaran antara Marzuki Alie dengan Anas Urbaningrum.