Wawancara Eksklusif
Cerita I Gede Pasek Suardika soal Anas ‘Dikudeta’, Sebut KLB itu Karma Luar Biasa untuk SBY
I Gede Pasek Suardika, eks loyalis Anas Urbaningrum menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah 'kudeta' saat Anas jadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Pak Andi Mallarangeng kalah putaran pertama padahal didukung Cikeas, Pak SBY dan Bu Ani. Ketika proses sudah berjalan, kita melihat memang Mas Anas talenta politiknya sangat disenangi daerah.
Baca juga: Partai Demokrat Versi KLB Disahkan Kemenkumham? Pakar Hukum Al-Azhar Beber Peluang Kubu Kontra AHY
Tapi tidak sempat mengawal AD/ART?
Waktu itu pembahasan AD/ART, kita-kita ini tidak terlalu peduli. Karena berpikir dari AD/ART 2005 sampai saat itu paling perubahan sedikit-sedikit.
Ternyata terlihat Pak SBY menjadi ketua dewan pembina, ketua majelis tinggi, ketua dewan kehormatan, satu ketua umum. Jadi empat kekuatan kewenangan di dalam partai, tiga dikuasai SBY dan satu oleh Anas.
Dalam posisi pertandingan awal nih. Kemudian struktur pengurus. Mas Anas mesti dibagi tiga lagi, berbagi kubunya Andi Mallarangeng, Marzuki Alie, dan Mas Anas. Mas Anas di dalam mengelola kepartaian sangat terjepit.
Itu melatih kepemimpinan beliau, di Musda, Muscab, jadi menarik. Kalau waktu itu Pak SBY tidak terjebak bisikan-bisikan, mungkin Pak SBY punya legacy luar biasa.
Setelah era beliau, beliau bisa melahirkan anak idelogis kedua, dan mungkin hari ini kita melihat Mas Anas sebagai calon presiden.
Saat itu survei Kompas, Mas Anas cukup tinggi. Itu bikin marah juga. Saya masih inget sekali. Ketika itu terjadi lah upaya-upaya bagaimana menghambat pertumbuhan AU kita rasakan.
Sampai di 2012. 2010,2011, dinamika masih aspek Musda, Muscab. 2012 sudah mulai bagaimana menahan laju seorang Anas Urbaningrum secara tertutup. Sampai terakhir pun kita tetap tutupi.
Walaupun sebenarnya pertarungannya sudah sangat seru kalau kita buka. Kalau hari ini jadi KLB, bila perlu sebaliknya.
Sampai seperti itu skenarionya. Muncul forum deklarator dan pendiri Partai Demokrat, Pak Ventje Rumangkang dan Pak Sutan Bhatoegana.
Inilah di dalam AD/ART tidak ada. Tapi diberi ruang sangat besar untuk bisa melakukan penetrasi terhadap kewenangan Anas Urbaningrum.
Anas merespon dengan bahasa positif, ini adalah hal yang positif, partai lain tidak punya kan' bahasa-bahasa beliau seperti itu.
Tetapi kewenangannya dikasih betul oleh SBY sehingga mereka diberi ruang untuk melakukan Silatnas di Sahid bulan Juni 2012.
Di situ Anas tidak datang, saya juga tidak menemani Anas. Akhirnya di sana, pertama kali pidato SBY memberi sinyal.