Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Malinau Terletak di Perbatasan, Wempi Sebut Pembangunan Harus Seirama Pemerintah Pusat dan Provinsi

Sebagai wilayah yang masuk dalam kawasan perbatasan, tepatnya di perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Malinau memiliki beragam persoalan.

Tayang:
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, dan Wakil Bupati Malinau, Jakaria ditemui usai pelantikan keduanya di Gedung Gadis, Tanjung Selor ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Sebagai wilayah yang masuk dalam kawasan perbatasan, tepatnya di perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Malinau memiliki beragam persoalan.

Seperti halnya persoalan pembangunan infrastruktur dasar, hingga pemerataan ekonomi.

Menurut Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemprov Kaltara dan pemerintah pusat, dalam membangun wilayah perbatasan.

Baca juga: Wempi-Jakaria Dilantik, Ketua DPRD Malinau Ping Ding Harap Janji Kampanye Segera Direalisasikan

Baca juga: Wempi-Jakaria Resmi Pimpin Malinau, Warga Minta Pendidikan dan Serapan Tenaga Kerja Jadi Prioritas

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Azan Maghrib Malinau 14 Ramadan 1442 H atau Senin 26 April 2021

Karena menurutnya, membangun wilayah perbatasan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus seirama dengan kebijakan pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat.

Hal tersebut ia sampaikan usai dilantik menjadi Bupati Malinau oleh Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Selasa (26/4/2021).

"Kabupaten Malinau kabupaten perbatasan, tentu ini menjadi serambi perbatasan, saya yakin pihak Pusat dan Pemprov mengerti apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat di pedalaman dan perbatasan," ujar Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa.

"Kami akan bangun komunikasi, karena Malinau tidak bisa membangun sendiri wilayah perbatasan, harus seirama dengan Pusat dan Pemprov, baru kita bisa mewjudukan," tambahnya.

Senada dengan Bupati Malinau, Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris berharap pihak Pemprov Kaltara dapat memberikan atensi lebih untuk Kabupaten Malinau.

Utamanya untuk akses jalan, air bersih hingga listrik, dan akses ekonomi agar petani dapat menjajakan hasil taninya.

"Tentu kami harap, pihak Pemprov memberikan perhatian bagi Malinau sebagai kabupaten di perbatasan RI-Malaysia," ujar Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris.

"Semoga dalam waktu dekat, akses-akses jalan sudah dapat dilalui, agar para petani kita di Malinau bisa memasarkan hasil taninya, begitu juga infrastruktur air, listrik saya kira harus diperhatikan," tuturnya.

Tak hanya pada pembangunan infrastruktur, Norhayati berharap, Pemprov Kaltara juga bisa meningkatkan produk-produk lokal Malinau, agar berdaya saing.

"Produk lokal seperti kopi lalu batik, saya kira ini bisa menjadi contoh daerah lain untuk meningkatkan produk lokal, dan kami harap pihak Pemprov bisa memperhatikan agar bisa lebih ditingkatkan," katanya.

Menurut Wakil Gubernur Kaltara, Yansen Tipa Padan, mengutamakan produk lokal akan menjadi model ekonomi Pemprov Kaltara.

Karena menurutnya, dengan menyerap lebih banyak produk lokal, maka ketahanan ekonomi dan juga peningkatan taraf hidup masyarakat akan lebih terasa.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Malinau Dilantik, Ibrahim Ali: Saya Harapkan Bisa Koordinasi Dengan Baik

Baca juga: Resmi Jadi Bupati dan Wabup Malinau, Wempi-Jakaria Besok Langsung Kerja, Prioritaskan Sektor Ini

Baca juga: Sebagai Penerus Kepempinannya, Mantan Bupati Malinau Tipa Padan Berikan Pesan Ini  ke Wempi

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved