Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Kepala Syahbandar Nunukan tak Izinkan Kapal Swasta Berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka, Ini Alasannya

Kepala Syahbandar Nunukan Faisal tak izinkan kapal swasta berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka, ini alasannya.

Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Aparat kepolisian saat menjaga ketat aktifitas keluar masuknya kapal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Minggu (09/05/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kepala Syahbandar Nunukan Faisal tak izinkan kapal swasta berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka, ini alasannya.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas IV Nunukan tak izinkan kapal swasta berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, selama masa peniadaan mudik 1442 Hijriah.

Sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 RI nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah, masa peniadaan mudik mulai 6-17 Mei mendatang.

Baca juga: Banyak Warga Berkedok Sakit Agar Bisa Mudik, Kepala Pelni Nunukan: Harus Ada Keterangan Dokter & RT

Baca juga: Pos Operasi Ketupat Pakai Tema Fast & Furious, Polres Nunukan: Tetap di Rumah Aja, Dilarang Mudik

Baca juga: Perayaan Idul Fitri 1442 H, Layanan SIM Tutup 4 Hari, Berikut Keterangan Kasat Lantas Polres Nunukan

Kapal KM Lambelu tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Aktivitas memindahkan hasil panen rumput laut ke atas kapal, Minggu (09/05/2021), sore.
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis
Kapal KM Lambelu tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Aktivitas memindahkan hasil panen rumput laut ke atas kapal, Minggu (09/05/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS)

 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala KSOP Klas IV Nunukan, Faisal.

"Kemarin kami sudah informasikan kepada manajemen kapal swasta untuk tidak berlabuh selama masa peniadaan mudik. Dan mereka tidak ada komentar sama sekali. Untuk saat ini kapal mereka stand by di Pare-pare sampai tanggal 17 Mei mendatang," kata Faisal kepada TribunKaltara.com, saat ditemui disela aktivitasnya memantau aktivitas memindahkan rumput laut ke atas kapal KM Lambelu, Minggu (09/05/2021), sore.

Menurutnya, selama periode larangan mudik Idul Fitri 1442 H, kapal yang diizinkan berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan hanya kapal Pelni. Dengan catatan hanya memuat logistik.

Sementara itu, untuk pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang dikecualikan dalam SE larangan mudik wajib melampirkan surat izin dari pimpinan eselon I dengan dibubuhi tandatangan basah, serta beberapa dokumen kesehatan.

Mereka yang dikecualikan dalam SE Satgas Covid-19 RI nomor 13 tahun 2021 seperti mereka yang hendak melalukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal dunia, dan ibu hamil atau kepentingan persalinan, wa

"Untuk saat ini, yang masuk di Pelabuhan Tunon Taka hanya kapal Pelni. Sementara, untuk pelaku perjalanan dalam negeri wajib melampirkan surat izin dari pimpinan eselon I dengan dibubuhi tandatangan basah. Lalu sertakan surat keterangan rapid antigen dan alasan yang jelas. Untuk ibu yang bersalin atau orang sakit harus ada surat keterangan dokter dan RT terkait," ucapnya.

Selain itu, Faisal mengaku perjalanan antara kabupaten/ kota di wilayah Kalimantan Utara masih dibolehkan selama periode larangan mudik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved