Berita Tarakan Terkini

Permintaan Darah Selama Ramadan Meningkat Drastis, PMI Tarakan Catat Sebanyak 1.050 Kantong Sebulan

Permintaan darah selama Ramadan meningkat drastis, PMI Tarakan catat sebanyak 1.050 kantong sebulan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas donor darah di Terminal Pelabuhan Malundung Tarakan saat launching GeNose C-19 Selasa (18/5/2021) lalu. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Permintaan Darah Selama Ramadan Meningkat Drastis, PMI Tarakan Catat Sebanyak 1.050 Kantong Sebulan

Selama Ramadan 1442 Hijriah, permintaan stok darah di Kantor PMI Kota Tarakan meningkat dibandingkan sebelum Ramadan.

Dikatakan dr. Edy Samudro, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Tarakan, pihaknya tidak mengetahui pasti mengapa justru selama Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini mengalami peningkatan permintaan.

Baca juga: Cepat Lakukan Tracing Kontak Virus Corona, 1 Warga Tarakan Didapati Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Dinas Pengendalian Penduduk Tarakan: Pendataan Keluarga Selesai Mei 2021, Harapkan Semua Terakomodir

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jumat 21 Mei 2021, BMKG Prediksi Wilayah Tarakan Hujan pada Pagi dan Malam Hari

"Biasanya kalau Ramadan terjadi penurunan. Ini malah meningkat. Alasannya belum tahu apakah karena sudah tidak khwatir lagi ke rumah sakit karena Covid-19 sudah menurut atau gimana," bebernya.

Dibanding sebelum Ramadan, permintaan hanya berkisar 800 kantong per bulannya. Namun tercatat total permintaan selama Ramadan hingga selesai sekitar 1.050 kantong darah per bulan.

Mayoritas permintaan dari lokal Tarakan dibandingkan dari kabupaten lainnya di Kaltara.

"Permintaannya yang lokal mayoritas dari RSUD, RSAL, RSUKT, dan Pertamedika. Paling banyak RSUD," urainya.

Adapun permintaan golongan darah didominasi golongan darah O. Perkiraannya mencapai 50 persen dibandingkan jenis golongan darah A, AB dan B.

"Kalau untuk A dan B seimbang saja," urainya.

Untuk golongan darah B sering dikenal paling langka. Ia meluruskan pada dasarnya tidak ada golongam darah yang langka.

"AB itu banyak tapi kadang saat disiapkan, gak ada permintaan. Giliran tidak disiapkan banyak, malah banyak yang cari," urainya.

Sementara untuk golongan darah O, berapapun yang disiapkan pasti habis.

Ia melanjutkan Khusus AB disimpan di tubuh masing-masing pendonor.
"Kan sudah ada list pendonor yang sudah waktunya mendonor. Kalau dibutuhkan akan dipaggil. Kalau simpan di kulkas kan jangka waktunya pendek sekitar sebulan saja," bebernya.
"Kalah disimpan di badan masing-masing gak ada kedaluwarsanya," sambung dr. Edy Samudro.

Baca juga: Kisah Pilu Sudirman, Nelayan di Tarakan yang Dilaporkan Hilang, Bakal Menikahkan Anaknya Pekan Ini

Baca juga: Rawan Pangan Pasca Bencana, Dinas Pertanian Kaltara Siapkan Cadangan Beras Bantu Banjir Malinau

Baca juga: Wali Kota Hadiri Undangan Menteri Sandiaga Uno, Sampaikan Peluang Investasi Pariwisata di Tarakan

Ia melanjutkan, biasanya juga didominasi permintaan trombosit darah. Sehingga menyesuaikan permintaan dari rumah sakit. "Kan darah ada berapa komponen. Ada trombosit, plasma darah, sel darah mera, putih dan darah lengkap," ujarnya.

Adapun kebutuhan lanjutnya, pihaknya selalu memenuhi permintaan. Dan harus selalu siap jika dibutuhkan. Setiap hari pun sudah ada list jumlah stok yang tercatat oleh petugas.

" Apabila ada berkurang, maka dicari darahnya. Itulah gunanya monitor stok darah," pungkasnya.(*)

Penulis: Andi Pausiah

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved