Banjir Malinau
Belajar dari Bencana Malinau, BPBD Minta Potensi Banjir Segera Dilaporkan, Waspada Cuaca Ekstrem
Belajar dari bencana banjir di Malinau, BPBD minta potensi banjir segera dilaporkan, waspada cuaca ekstrem.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Belajar dari bencana banjir di Malinau, BPBD minta potensi banjir segera dilaporkan, waspada cuaca ekstrem.
Selama sepekan, 2 kejadian bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Malinau.
Banjir pada hari Minggu lalu (16/5/2021) melanda sebagian besar wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Mentarang Hulu, Mentarang, Malinau Barat, Malinau Kota dan Malinau Utara.
Baca juga: Air di Hulu Sungai Belayan Naik, 8 Desa di Tenggarong Terendam Banjir
Baca juga: Irwan Mussry Banjir Pujian saat Sidak Rumah Baru Al, El, Dul, Suami Maia Estianty Spontan Bagi Uang
Baca juga: Dua Kali Diterjang Banjir, Korban Minta Bantuan Rumah, Bupati Malinau Sebut Masih Diusulkan ke Pusat
Banjir menyapu permukiman warga di wilayah pesisir Sungai Mentarang. Puluhan keluarga kehilangan tempat berteduh.
Ratusan rumah tergenang, ternak dan harta benda masyarakat ikut lesap akibat banjir yang disebut sebagai banjir terbesar selama 20 tahun terakhir.
Berselang 3 hari kemudian, banjir kembali terjadi di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu terendam air pada hari Kamis lalu (20/5/2021).
Bahkan di Kecamatan Bahau Hulu, Desa terisolasi akibat banjir membawa serta jembatan penghubung antara Desa Apau Ping dan Desa Long Berini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau, Ibau Jalung mengatakan secara umum, prosedur evakuasi telah dipahami masyarakat.
Kendati banjir besar menyapu permukiman warga, saat ini belum ada korban jiwa dilaporkan.
"Sebenarnya, masyarakat sudah biasa menghadapi situasi ini. Tapi yang kemarin memang tidak diprediksi, karena banjirnya sangat besar," ujarnya, Sabtu (22/5/2021).
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi beberapa hari lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, termasuk BPBD Malinau untuk bergerak cepat.
Masyarakat di pesisir sungai diminta untuk memikirkan dampak jika mendirikan permukiman di dataran rendah.
"Banjir di Malinau dipicu 2 faktor. Kondisi cuaca dan pasang surut air. Yang kemarin bertepatan air pasang makanya besar. Satu-satunya upaya dampak pencegahan banjir adalah membangun rumah di daerah dataran tinggi," katanya.
Tak kalah penting adalah deteksi dini. Jika sebuah wilayah berpotensi banjir, curah hujan tinggi terus menerus segera melaporkan hal tersebut kepada petugas BPBD.
Baca juga: Meski Air Sungai Deras, Warga Tanjung Selor Hulu Bulungan Kumpulkan Ranting Kayu Bakar Sisa Banjir
Baca juga: Rawan Pangan Pasca Bencana, Dinas Pertanian Kaltara Siapkan Cadangan Beras Bantu Banjir Malinau
Baca juga: Sungai Kayan Naik, Ruas Jalan di Tanjung Selor Tergenang, Bulu Perindu Banjir
Masyarakat juga diminta untuk terlibat aktif memantau situasi terkini dan keadaan cuaca di daerahnya. Demikian halnya pemerintah desa dan kecamatan, agar melaporkan potensi banjir di wilayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/banjir-malinau-19052021_4.jpg)