Berita Daerah Terkini

BPBD Kabupaten Berau Masih Mendata Kerugian Pasca Banjir di 4 Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau masih melakukan pendataan atas kerugian yang dialami korban banjir di 4 Kecamatan.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Sebagian banjir di kampung telah surut, kerugian pasca banjir masih dalam pendataan. 

TRIBUNKALTARACOM, TANJUNG REDEB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau masih melakukan pendataan atas kerugian yang dialami korban banjir di 4 Kecamatan. Hingga kini BPBD Berau masih menunggu data yang pasti dari 4 kecamatan tersebut.

Data dari BPBD Berau, terdapat 2.507 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya tenggelam akibat banjir pada 13 Maret 2021 lalu. BPBD Berau yang dibantu oleh relawan Kabupaten Berau masih terus berupaya memberikan penyaluran bantuan kepada korban banjir.

Pemerintah Kabupaten dan BPBD Berau juga mencatat ada 4 Kampung di Kecamatan Segah, 4 Kampung di Kecamatan Kelay, 5 Kampung di Kecamatan Sambaliung dan 1 Kampung di Kecamatan Teluk Bayur yang terendam banjir.

Baca juga: Bantu Korban Banjir, PMI Berau Salurkan Air Bersih hingga Pengobatan Gratis

“Masih proses pendataan, belum selesai untuk mengetahui kerugian yang ditimbulkan akibat banjir,” jelasnya, Minggu (23/5/2021).

Sementara itu, sesuai arahan Bupati, nanti SKPD bersangkutan akan melakukan inventarisasi, termasuk juga BPBD Berau, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan, tentunya dengan masing-masing metode serta diharapkan tetap berkoordinasi bersinergitas untuk melakukan perhitungan kerugian tersebut.

Baca juga: Pasca Banjir, Pemkab Berau Siapkan Air Bersih dan Obat-obatan Bagi Warga

“BPBD sekarang lebih fokus ke penanganan bencana nya dulu, dengan mendistribusikan sembako atau bantuan-bantuan lain, kalaupun ada hal-hal yang perlu kita evakuasi dan lain lain akan kita lakukan,” jelasnya.

Selain pendataan, pihaknya juga melakukan pemantauan, jika mereka mendapatkan angka pasti barulah dapat disimpulkan apakah dapat dikategorikan darurat bencana atau tidak. Sementara itu, banyak warga yang terkena banjir sendiri sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun. Aset-aset pertanian dan hasil perkebunan juga banyak yang terdampak dan hilang.

“Jadi saya pikir kesimpulannya, kita tidak bisa sepihak mengeluarkan data kerugian. Dan harus berkoordinasi dulu dengan opini terkait lainnya,” tutupnya.

Siapkan Air Bersih dan Obat-obatan

Pemerintah Kabupaten Berau tengah melakukan penanganan pasca banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Berau, Kamis (20/5/2021).

Bupati Berau Sri Juniarsih menyebutkan dirinya telah memanggil dan rapat dengan OPD terkait untuk mengambil langkah panganan pascabanjir.

Orang nomor satu di Berau itu mengatakan, untuk jangka pendek, pemerintah daerah akan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebelumnya terganggu seperti kebutuhan air bersih dan obat-obatan.

Baca juga: 10 Tahun Terlantar di Tepian Samarinda, Pemuda Ini Ingin Pulang Kampung, Berharap Bantuan Pemerintah

"Sepertinya untuk penanganan jangka pendek kita akan memenuhi kebutuhan masyarakat seperti kebutuhan air bersih, sehingga kita segera melakukan penanganan untuk memenuhi kebutuhan air bersih korban banjir," ujarnya.

"Kemudian kebutuhan akan obat-obatan, karena biasanya setelah banjir itu muncul penyakit seperti penyakit kulit atau diare," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved