Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Kasus Pemalsuan Dokumen Swab Test Antigen Covid-19 di Kubar, Klinik Permata Husada Merasa Dirugikan

Kasus pemalsuan dokumen swab test antigen Covid-19 di Kutai Barat, klinik dicatut beber kerugian.

istimewa
Dua tersangka pemalsuan surat swab antigen tak berukutik saat diamankan petugas di Mako Polres Kutai Barat. 

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR – Kasus pemalsuan dokumen swab test antigen Covid-19 di Kutai Barat, klinik dicatut beber kerugian.

Kasus pemalsuan surat keterangan hasil Swab Antigen berhasil diungkap oleh Kepolisian Resor ( Polres) Kutai Barat ( Kubar) dan sudah menetapkan dua orang tersangka pada Senin (31/5) kemarin.

Dalam kasus pemalsuan dokumen tersebut, Direktur Utama salah satu klinik yang beroperasi di Kubar yakni Klinik Permata Husada di Kecamatan Melak, sebagai klinik yang dicatut namanya ikut buka suara.

Direktur Utama Klinik Permata Husada, dr. Waluyo mengeskan bahwa pihaknya merasa sangat dirugikan dalam kasus tersebut.

Baca juga: Polres Kubar Bongkar Kasus Pemalsuan Dokumen Rapid Test Atigen di Kutai Barat, Pelakunya Pasutri 

Baca juga: Cegah Covid-19 Pasca Lebaran, Penumpang Tiba di Pelabuhan Kayan II Wajib Tes Swab Antigen

“Tentunya saya merasa dirugikan karena nama klinik kami yang dipakai tersangka RJ (31) dan MF (29) . Khususnya kerugian secara imateriil yang berdampak pada nama baik klinik dan juga tingkat kepercayaan masyarakat,” kata Direktur Utama Klinik Permata Husada, dr. Waluyo saat dihubungi pada Rabu (2/6).

Dirinya mengatakan dampak yang sangat dirasakan saat ini adalah timbulnya persepsi di masyarakat luas. Bahwa klinik tersebut seakan-akan terlibat dalam pembuatan dokumen palsu. Padahal pada kenyataannya, dokumen palsu tersebut dibuat sendiri  oleh tersangka untuk dapat mengelabui petugas penjagaan di perbatasan Kabupaten Kubar-Mahulu. 

“Yang kami sesalkan, timbulnya persepsi dimasyarakat bahwa kami juga terlibat dalam pembuatan dokumen palsu ini. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa Klinik Permata Husada tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam pembuatan dokumen palsu tersebut,” tegasnya.

Baca juga: Detik-detik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Jalani Tes Swab Antigen Dikawal Ketua Umum PSSI Iwan Bule

Disamping menyesalkan tindakan yang sudah mencatut nama kliniknya dalam dokumen palsu. Dokter yang juga diketahui terus aktif dalam tim Satgas Covid-19 Kubar ini juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh kedua tersangka. Yang dirasa tindakan tersebut bisa membahayakan kesehatan masyarakat luas.

“Bagaimana kalau terkonfirmasi positif, tapi bisa bebas keluar masuk. Tentu dampaknya bisa menyebarkan virus  kepada masyarakat luas. Ini yang sangat kita sayangkan dan sesalkan kalau sampai terjadi. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan sebagai pembelajaran bagi kita semua,” tandasnya.

Kronologi Pemalsuan Dokumen

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved