Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Polres Kubar Bongkar Kasus Pemalsuan Dokumen Rapid Test Atigen di Kutai Barat, Pelakunya Pasutri 

Polres Kubar bongkar kasus pemalsuan dokumen rapid test atigen di Kutai Barat, pelakunya pasangan suami istri atau pasutri.

Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Jajaran Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana pemalsuan dokumen surat hasil laboratorium rapit tes antigen Covid-19 di wilayah Kutai Barat.  

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR - Polres Kubar bongkar kasus pemalsuan dokumen rapid test atigen di Kutai Barat, pelakunya pasangan suami istri atau pasutri.

Jajaran Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil membongkar kasus tindak pidana pemalsuan dokumen surat hasil laboratorium rapit tes antigen Covid-19 di wilayah Kutai Barat

Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo mengungkapkan tindakan pemalsuan dokumen hasil rapid tes antigen tersebut digunakan untuk bepergian keluar daerah salah satunya dari Kutai Barat - Mahakam Ulu (Mahulu).

Baca juga: Pasca Peniadaan Mudik, Layanan Rapid Antigen Ramai Didatangi Calon Penumpang, Berikut Lokasinya 

Baca juga: Screening Penumpang Arus Balik Cegah Penularan Corona, KKP Tarakan Siapkan 1.000 Stick Rapid Antigen

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor Lakukan Tes Rapid Antigen

Pelaku pemalsuan dokumen hasil rapid antigen Covid-19 itu merupakan suami isteri berinisial RT (31) dan MP (29) warga warga Long Apari. Keduanya diketahui melancarkan aksi pemalsuan itu mulai bulan Maret 2020 lalu.

Ironisnya, kedua pelaku bukan berprofesi sebagai tenaga kesehatan melainkan kontraktor disalah satu perusahaan swasta.

"Mereka sudah mengunakan surat pemalsuan ini sudah setahun. Yang mana sudah pernah melakukan rapid lalu mereka mengscan dan mengedit sehingga pada saat mereka ingin ke Mahulu di Pos Pelabuhan Tering ketahuan," ujar AKBP Irwan Yuli Prasetyo saat kegiatan pres rilish di Mapolres Kubar, Senin (31/5).

Lebih lanjut Irwan menjelaskan dalam tindakannya itu, tersangka melakukan scanning dan mengatasnamakan salah satu klinik yang ada di Kecamatan Melak.

Baca juga: Puskesmas Balikpapan Pasok Rapid Antigen, Antisipasi Lonjakan Pemeriksaan Covid-19 Pasca Lebaran 

Baca juga: Pelaku Perjalanan Masuk Kabupaten Malinau Harus Tunjukkan Hasil Rapid Antigen Negatif

Baca juga: Larangan Mudik, Terminal Bontang Tetap Beroperasional, Apakah Pakai Rapid Antigen?

" Setelah tim Satgas Gugus Covid berkoordinasi dengan Klinik Permata Husada Melak ternyata dinyatakan bahwa tidak ada mengeluarkan surat antigen tersebut," jelasnya.

Tersangka diamankan petugas di rumahnya usai menerima laporan masyarakat. 

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancamam pidana 6 tahun penjara. (*)

(Tribunkaltim.co/Zainul Marsyafi)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved