Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Lolos dari Kasus Korupsi, Kadis Pertanahan Berau Supriyanto Diputus Bebas, SK Pemberhentian Dicabut

Lolos dari kasus korupsi, Kadis Pertanahan Berau Supriyanto diputus bebas, SK pemberhentian dicabut.

Editor: M Purnomo Susanto
Shutterstock
Ilustrasi-Kadis Pertanahan Berau Supriyanto diputus bebas dari kasus korupsi yang didakwakan kepadanya, SK pemberhentian sebagai pegawai dicabut. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG REDEB - Lolos dari kasus korupsi, Kadis Pertanahan Berau Supriyanto diputus bebas, SK pemberhentian dicabut.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau memastikan untuk mengembalikan segala hak setelah adanya putusan Kepala Dinas Pertahanan yang dinyatakan bebas.

Sebelumnya, terdakwa kasus korupsi pembebasan lahan lapangan sepak bola, Kepala Dinas Pertanahan Supriyanto dinyatakan bebas dan tidak bersalah.

Baca juga: Diduga Korupsi Pengadaan Solar Cell Rp 90,7 Miliar di DPMPTSP Kutim, Kejari Periksa 35 Orang Saksi

Baca juga: Presiden PKS Soroti Narasi Provokatif, Pelemahan Institusi KPK, Pancasila hingga Korupsi Bansos

Baca juga: Tiga Pegawai PDAM Tarakan Terlibat Dugaan Korupsi, Dirut Iwan Setiawan: Itu Sebelum Saya Menjabat

Kepala BKPP Berau, Muhammad Said mengatakan setelah dinyatakan bebas, maka seluruh hak akan dikembalikan.

“Setelah adanya penetapan tersangka, maka kami sebelumnya mengeluarkan SK untuk pemberhentian sementara,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (8/6/2021).

Pemberhentian sementara tersebut berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Dalam pemberhentian sementara Said menjabarkan seperti tunjangan tidak dibayarkan, begitu juga untuk penggajian hanya diberikan sebanyak 50 persen.

Setelah adanya pernyataan tidak bersalah, maka keputusan gaji akan dipulihkan begitu pula dengan jabatan.

Kendati Said menerangkan, sebelum seluruh hak kembali, pihaknya harus mengeluarkan SK terlebih dahulu untuk kembali bertugas.

“Ada prosesnya, masih harus ada SK pencabutan pemberhentian sementara, jadi masih menunggu,” ungkapnya.

Pihaknya juga harus menunggu koordinasi dengan tipikor dan meminta salinan putusan tersebut. Begitu juga akan dikoordinasikan kembali dengan Kepala Daerah.

Baca juga: Dibayar Rp 150 Juta, Cita Citata Sebut Korupsi Dana Bansos Covid-19 yang Namanya Terseret Selesai

Baca juga: Siapa Azis Syamsuddin? Terseret Korupsi Wali Kota Tanjungbalai, Politisi Golkar, Bakal Diperiksa KPK

Baca juga: Namanya Terseret Kasus Korupsi Dana Bansos, Tangis Cita Citata Pecah: Aku Tuh Sedih Banget

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved