Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Ketahuan Tak Pakai Masker, Pelanggar Protokol Kesehatan di Bontang Denda Rp 100 Ribu 

Akhir Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah memberlakukan denda terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes). 

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Salah satu masyarakat di Bontang terbukti melanggar Prokes Covid-1 

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG- Akhir Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah memberlakukan denda terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes). 

Peraturan prokes ada di dalam Peraturan Walikota (Perwali) yang ditanda tangani 25 Mei 2021. 

Dalam peraturan ini bagi pelanggar prokes dikenakan denda mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, dilihat dari pelanggaran yang dilakukan. 

Baca juga: Tarakan Zona Kuning, Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya, Begini Prokes 5 M

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan di Tana Tidung, Siap-siap Didenda

Perwali pasal 7 menyebutkan, bagi pelanggar perorangan yang tidak memakai masker akan didenda Rp 100 ribu. Sementara bagi pasien Covid-19 yang melanggar aturan wajib isolasi mandiri akan didenda Rp 1 juta.

Menurut Aji Erlynawati, Sekretaris Kota Bontang, Pemkot Bontang akhirnya meluncurkan aturan penegakan hukum prokes dalam perpanjangan PPKM Mikro selama 14 hari kedepan.

Baca juga: Selalu Terapkan Prokes Ketat, Dua Anak Zaskia Adya Mecca Positif Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Pasca Lebaran Mencapai 103 Kasus, Jubir Satgas: Taati Protokol Kesehatan

"Keputusan ini mulai berlaku sejak ditandatangani Wali Kota Bontang, Basri Rase per 25 Mei 2021," ungkapnya, Kamis (17/6/2021).  

Diaturan itu juga mengatur terkait orang yang kontak erat namun tidak melakukan pemeriksaan rapid antigen atau PCR, akan didenda Rp 500 ribu.

Giat penegakan protokol kesehatan yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Tana Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir, Rabu (9/6/2021) kemarin.
Giat penegakan protokol kesehatan yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Tana Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir, Rabu (9/6/2021) kemarin. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO Heriyansyah)

Tak hanya itu denda prokes ini juga menyasar pelaku usaha, penyelenggara, atau penanggung jawab fasilitas umum.

Sedangkan bagi pelanggar prokes di lingkup tempat kerja atau industri bakal dikenakan denda Rp 1 juta.

Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Terjadi Penambahan 46 Kasus, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan 

Hal itu juga berlaku bagi pelaku usaha disektor perhotelan, tempat fasilitas umum, serta kafe, restoran, dan toko modern. Namun besaran yang ditarif jauh lebih rendah, hanya Rp 500 ribu.

Sedangkan bagi pelaku bisnis di pasar, PKL, dan  angkringan yang mengabaikan prokes juga ditarif denda Rp 150 ribu.

Kalau untuk pelaku usaha perorangan, atau penanggung jawab fasilitas umum yang menciptakan kerumunan bakal dikenakan sanksi berupa penghentian kegiatan dan denda Rp 1 juta.

Baca juga: Satgas Covid-19 Tana Tidung Razia Prokes, Temukan 43 Pelanggar Tak Pakai Masker, Alasannya Ini

"Sesuai kesepakatan semua yang melanggar aturan prokes bakal didenda. Termasuk penyelenggara kegiatan. Serta acara juga akan dihentikan jika terbukti melanggar," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved