Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Berhasil Amankan Senpi Rakitan Jenis Penabur Milik Warga Perbatasan

Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC berhasil amankan senpi rakitan jenis penabur milik warga perbatasan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC
Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC amankan senjata jenis penabur milik warga Desa Panas, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (20/06/2021), pagi. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC ) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC berhasil amankan senpi rakitan jenis penabur milik warga perbatasan.

Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC amankan senjata jenis penabur milik warga Desa Panas, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (20/06/2021).

Senjata rakitan laras panjang jenis penabur itu merupakan milik pria inisial J (38).

Baca juga: Prihatin Nasib Pelajar di Daerah Perbatasan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Bagikan Perlengkapan Sekolah

Baca juga: Penyelundupan Puluhan Kayu Ulin dan Bengkirai Digagalkan Pamtas RI-Malaysia, 4 Orang Diamankan 

Baca juga: Malaysia Lockdown, Pintu Perbatasan Nunukan Dijaga Ketat, Ini yang Dilakukan Satgas Pamtas  

Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC, Letkol Arh Drian Priyambodo, mengatakan, penyerahan satu pucuk senjata rakitan tersebut, bermula saat personel pos Simantipal melaksanakan kegiatan karya bhakti pengecetan dan perbaikan serta pembaharuan Gereja Kemah Injil Indonesia di Desa Panas.

"Masyarakat desa merasa sangat terbantu dengan adanya partisipasi Satgas Pamtas dalam memperbaiki rumah ibadah (Gereja) jemaat di Desa Panas. Saat itulah salah satu jemaat inisial J mengutarakan bahwa dirinya menyimpan sepucuk senjata api rakitan peninggalan ayahnya yang selama ini digunakan untuk berjaga-jaga," kata Drian Priyambodo kepada TribunKaltara.com, pukul 14.30 Wita.

Lebih lanjut, Drian sampaikan J berniat akan menyerahkan senjata rakitan itu kepada anggota pos, namun dia takut berurusan dengan petugas, saat mengaku memiliki senjata api tersebut.

Namun, setelah Danpos Danpos Simantipal, Sertu Bob Jekson memberikan pemahaman kepada J, terkait kepemilikan senjata yang dilarang oleh pemerintah itu, akhirnya J mau menyerahkan senjata rakitan jenis penabur kepada Satgas Pamtas.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Satgas Pamtas RI-Malaysia Gelar Tes Swab Antigen Gratis ke Pelintas Batas

Baca juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Daging Ilegal dari Tawau, Curiga saat Patroli

Baca juga: Ratusan Liter Oli Motor Diselundupkan, Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Temukan di Kapal Jongkok  

"Setelah mendengar penjelasan dari petugas kami, bahwa jika menyerahkan senjata secara sukarela, J tidak akan mendapat hukuman. Lalu, J bersama dengan rekannya, inisial Y (71) langsung menyerahkan senjata tersebut kepada anggota Pos Simantipal," tuturnya.

Drian berharap, tindakan J itu dapat menjadi contoh bagi warga lainnya, utamanya mereka yang masih menyimpan senjata api rakitan, agar segera menyerahkan kepada personel Satgas Pamtas yang bertugas di wilayah masing-masing.

"Menyimpan atau memiliki senjata secara ilegal adalah perbuatan yang melanggar hukum, untuk itu kami mengimbau warga untuk tidak perlu takut menyerahkannya kepada Satgas Pamtas di wilayah masing-masing," ungkapnya.

Penulis: Febrianus felis

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved