Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Diskominfo Tarakan Beberkan Penyebab Server Down saat Pendaftaran PPDB Online 

Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi Teknologi Informasi DKISP Tarakan, Totok pihaknya melakukan identifikasi server down, karena listrik padam.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pengecekan server PPDB online di DKISP Kota Tarakan, Selasa (22/6/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Penerapan sistem pendaftaran online di hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih dikeluhkan.

Ini lantaran saat proses pendaftaran, sejumlah orang tua siswa kesulitan menginput data. Begitu juga operator admin PPDB di beberapa sekolah yang mengakui server sempat bermasalah.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan membantu Disdik Tarakan untuk penerapan pendaftaran PPDB  online. Bahkan uji coba atau simulasi sudah dilakukan pihak DKISP Kota Tarakan.

Baca juga: Hari Pertama PPDB Online di Tarakan Server Sempat Down, Kepala Disdkbud Tajuddin Beberkan Alasannya

Dibeberkan Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi Teknologi Informasi di DKISP, Totok Murhanto, pihaknya sudah melakukan identifikasi sebab terjadinya server down di hari pertama pendaftaran PPDB online.

"Ternyata kita sudah identifikasi dari tadi malam. Cuma kan tadi malam kalau mau ke kantor hujan deras.

Ternyata setelah mati lampu, server itu tidak mau menyala. Kami akhirnya ke kantor untuk kita cek, ternyata di fisik salah satu server itu mempengaruhi ke yang lainnya," ungkap Totok.

Ia melanjutkan server yang mati adalah server induk dan pemadaman listrik terjadi di area server induk.

Baca juga: Hari Pertama Daftar PPDB Online Jenjang SMP, Jaringan Internet jadi Soal, Berikut Kendala Lainnya

"UPS-nya kan tidak kuat karena kondisi mati lampu yang lama. RAM-nya server tidak terbaca akhirnya tidak bisa up sampai ke OS-nya. Apalagi sampai ke aplikasinya mempengaruhi juga ke server di bawahnya yang sub domain nya," beber Totok.

Ia melanjutkan lagi, jika server PPDB-nya memang tidak ikut mati. Namun karena jalur keluar tidak ada akhirnya dada tak bisa diakses. Server ini lanjut Totok, termasuk penyimpanan untuk semua aplikasi. " Termasuk juga data-datanya di dalam kayak komputer sebenarnya cuma kelasnya server," beber Totok.

Aktivitas di salah satu SMP  Kota Tarakan.
Aktivitas di salah satu SMP Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Adapun kapasitas penyimpanan hanya 500GB. Dan tak hanya satu tetapi sampai 6 server.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved