Virus Corona
Covid-19 Varian Delta Telah Bermutasi Jadi Delta Plus, Benarkah Varian Baru Ini Lebih Cepat Menular?
Covid-19 telah bermutasi berulang kali sejak muncul di China akhir 2019. Setelah Covid-19 varian Delta kini telah bermutasi lagi menjadi Delta Plus.
"Varian Delta sekarang menggantikan Alpha, varian yang sangat menular yang melanda Eropa dan kemudian AS awal tahun ini," ujar Dr. Paul Offit, Direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia dikutip Tribunnews dari CNBC News, Kamis (24/6/2021).
Maria Van Kerkhove, Pejabat Teknis WHO untuk Covid-19 mengungkapkan varian Delta kini telah menyebar ke 92 negara.
Varian ini membuat setidaknya 10% dari semua kasus baru di Amerika Serikat.
Inggris baru-baru ini melihat varian Delta menjadi strain dominan di sana, melampaui varian Alpha yang pertama kali terdeteksi disana.
Varian Delta sekarang membuat lebih dari 60% kasus baru di Inggris
Ia mengatakan ada laporan bahwa varian delta juga menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.
Namun ada tanda-tanda varian Delta dapat memicu gejala yang berbeda dari varian lainnya.
"Tidak ada varian yang benar-benar menemukan kombinasi penularan tinggi dan mematikan, tetapi varia Delta adalah yang paling mampu dan tercepat dan terkuat dari virus-virus lainnya,” kata Maria.
Baca juga: Klaster Perusahaan Jangkiti Penduduk, Jubir Satgas Covid-19 Nunukan Sebut Zona Oranye Bakal Kembali
Maria mengungkapkan jika saat ini belum ada vaksin yang tepat untuk melindungi dari bahaya varian Delta.
WHO telah mendesak negara-negara kaya, termasuk Amerika Serikat untuk menyumbangkan dosis vaksinnya.
Studi menunjukkan varian Delta 60% lebih mudah menular daripada Alpha yang sebelumnya disebut lebih menular daripada jenis asli yang muncul dari Wuhan, Cina pada akhir 2019.
Kementerian Kesehatan Indonesia menemukan indikasi varian Delta menulari anak-anak.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi, Anies Khawatir Terjadi Kolaps Jika Kapasitas RS Tidak Ditambah
Diprediksi Melandai pada Pertengahan Juli
Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan melandai atau turun pada pertengahan bulan Juli 2021.
Namun, pelandaian kasus Covid terjadi jika pengendalian zonasi berbasis Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dapat dimaksimalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/tabung-oksigen-medis-varian-delta-25062021.jpg)