Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Maksimalkan Posko PPKM Mikro Tingkat Desa, BPBD Bulungan Minta Kepala Desa Awasi Langsung

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Darmawan mengaku, masih banyak Posko PPKM Mikro di tingkat desa yang belum efektif.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Darmawan, (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Darmawan mengaku, masih banyak Posko PPKM Mikro di tingkat desa yang belum efektif.

Menurutnya keterbatasan sumber daya hingga jumlah personel menjadi beberapa penyebab belum efektifnya posko PPKM Mikro di tingkat desa.

"Posko desa ini masih belum maksimal, karena keterbatasan sumber daya dan personel di posko," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Darmawan, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Bulungan PPKM Mikro, Pegawai Pemprov Kaltara WFH 50 Persen, Senam hingga Apel Pagi Ditiadakan

"Harusnya personel dari Puskesmas dan juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga bisa dilibatkan," tambahnya.

Pihaknya mengaku telah meminta kepada setiap Kades yang tersebar di 10 Kecamatan
di Bulungan, untuk memantau langsung posko PPKM Mikro.

Khususnya di tiga Kecamatan di Bulungan, yakni Tanjung Selor, Tanjung Palas dan Tanjung Palas Utara yang mana dalam beberapa hari terakhir kasus Covid-19 bertambah signifikan.

"Kita sudah perintahkan Kades untuk ikut memantau langsung posko desa itu. Contoh yang di Desa Karang Agung Tanjung Palas Utara, kemarin itu ada 29 Orang tenaga kerja Sutet asal Surabaya yang bergejala, lalu
petugas posko disana paham dan langsung melakukan swab dan karantina," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Remington Hendrik mengaku, posko PPKM Mikro yang didirikan di desanya bertugas untuk melakukan pelaporan dan pencatatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihaknya mengaku belum dapat mendirikan posko di tiap pintu keluar masuk desa, mengingat wilayah Desa Jelarai Selor yang dilintasi Jalan Poros Provinsi sehingga akses pintu masuk tidak terpusat di satu titik.

"Posko di kita ini untuk pelaporan, kalau untuk penjagaan pintu masuk melihat kondisi desa kita, maka perlu banyak pos yang dibangun," ujar Kades Jelarai Selor, Remington Hendrik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved