Breaking News:

Virus Corona

Mengapa Pria Lebih Berisiko Terpapar Covid-19 dengan Gejala Parah Dibanding Wanita?

Mengapa kaum pria lebih berisiko terpapar Covid-19 dengan gejala parah dibanding wanita? Ternyata pria lebih mungkin mengalami peningkatan kadar asam

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi- Seorang pria diketahui terpapar Covid-19. Kondisinya tergolong berat, sehingga perlu perawatan rumah sakit. 

TRIBUNKALTARA.COM – Mengapa kaum pria lebih berisiko terpapar Covid-19 dengan gejala parah dibanding wanita?

Menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti mempelajarinya dan menemukan jalur metabolisme yang sangat berkorelasi dengan respons imun pasien pria dengan Covid-19.

Hal inilah yang menyebabkan para pria diketahui lebih mungkin menderita kasus Covid-19 dengan gejala parah dibanding wanita.

Penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Science Signaling, bahwa pasien Covid-19 pria lebih mungkin mengalami peningkatan kadar asam kynurenic, produk metabolisme asam amino – dibandingkan pasien wanita.

Baca juga: Terpapar Covid-19, Roger Danuarta Kondisinya Semakin Membaik: Tingggal Menunggu Masa Pemulihan

Kadar asam kynurenic yang tinggi ini biasanya dikaitkan dengan beberapa penyakit, seperti skizofrenia dan penyakit terkait HIV.

Pasien pria dengan kasus Covid-19 gejala parah juga lebih mungkin memiliki rasio asam kynurenic tinggi terhadap kynurenine - produk sampingan dari asam amino L-triptofan yang digunakan untuk membuat nutrisi niasin.

"Kita tahu bahwa pria berisiko lebih tinggi daripada wanita tertular Covid-19 yang parah dan perbedaan jenis kelamin dalam respons kekebalan tubuh, memberikan penjelasan yang meyakinkan untuk fenomena ini," kata Caroline Johnson, asisten profesor epidemiologi di Yale School of Public Health dan penulis senior studi ini.

Temuan baru ini menawarkan jendela kunci ke dalam mekanisme yang mendasari, bagaimana penyakit Covid-19 ini memengaruhi pasien wanita dan pria secara berbeda.

Baca juga: Cegah Risiko Serangan Jantung, Minum Jus Wortel Secara Rutin Setiap Hari

Johnson menjalin kerja sama dengan Akiko Iwasaki, Profesor Imunobiologi dan Biologi Molekuler, Waldemar Von Zedtwitz, yang sebelumnya telah memimpin tim peneliti dalam mengidentifikasi perbedaan signifikan, dalam cara sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki merespons virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Dengan dukungan dari dana respon cepat Yale School of Public Health, Johnson, rekan postdoctoral Yuping Cai, dan tim mereka mempelajari sampel darah yang diambil dari 22 pasien wanita dan 17 pasien pria di Rumah Sakit Yale New Haven setelah terkonfirmasi infeksi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved