Breaking News:

Berita Malinau Terkini

1 Spesimen Asal Malinau Positif Corona Varian Delta, 6 Spesimen Lain Masih Diperiksa di Balitbangkes

Sebanyak 6 spesimen asal Kabupaten Malinau saat ini masih diperiksa di Balitbangkes Jakarta, pasca adanya satu spesimen yang dinyatakan varian Delta.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi - Penyemprotan disinfektan rumah ibadah dan gedung perkantoran di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, dr John Felix Rundupadang menjelaskan ada 7 spesimen asal Malinau yang dikirim pihaknya.

Hasil uji WSG Balitbangkes RI, dari 7 spesimen asal Malinau, 1 diantaranya telah diperiksa dan dinyatakan sebagai virus corona varian Delta.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Juga Ditemukan di Malinau, Kadis Kesehatan Beber Kondisi Terkini Pasien

"Dari Malinau ada 7 spesimen, 1 sudah keluar hasilnya. Totalnya ada 32 spesimen dari kabupaten/kota Kaltara. Baru 12 diperiksa dan 8 dinyatakan varian Delta," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (22/7/2021).

Dinas Kesehatan P2KB Malinau masih menunggu hasil pemeriksaan WGS untuk 6 spesimen asal Malinau.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dijadikan pedoman Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau untuk memetakan Covid-19 varian Delta.

"Baru 12 spesimen dari Kaltara yang sudah diperiksa Litbangkes RI. Karena jumlahnya ada 32, artinya masih ada 20 lagi menunggu pemeriksaan. Kita masih tunggu 6 lagi untuk spesimen asal Malinau," katanya.

Satu spesimen asal Malinau yang dinyatakan virus corona varian Delta tersebut merupakan sampel pasien konfirmasi Covid-19 asal Kecamatan Malinau Kota.

Spesimen diambil sebulan lalu, tepatnya sebelum 20 Juni 2021 lalu. Temuan Dinas Kesehatan P2KB, tak ada perburukan kondisi pasien dan kontak eratnya.

Berdasarkan gejala dan hasil penelusuran pihaknya, John Felix Rundupadang memperkirakan 60 persen kasus Covid-19 di Malinau merupakan varian Delta.

"Masih menunggu kepastian untuk 6 spesimen lagi. Perkiraan kami varian Delta ini terbanyak. Diduga, sekarang ini kurang lebih 60 persen kasus akibat dari varian Delta," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved