Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan Jamin Pasokan Oksigen, Jika Terjadi Lonjakan Kasus Positif Corona

Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tarakan beberapa pekan terakhir berdampak pada kebutuhan pasokan oksigen di beberapa rumah sakit di Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Jubir Satgas Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tarakan beberapa pekan terakhir berdampak pada kebutuhan pasokan oksigen di beberapa rumah sakit di Kota Tarakan.

Meski demikian, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, sebenarnya tak ada kelangkaan oksigen.

Hanya saja untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 lebih besar maka pihak rumah sakit tidak melakukan operasi yang tidak begitu gawat darurat.

“Ini antisipasi terjadinya kenaikan kasus, karena yang memerlukan tabung oksigen yang dirawat dengan gejala sedang dan berat.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 di Tarakan, Wali Kota Siap Datangkan Pasokan Oksigen dari Luar

Makanya akhirnya rumah sakit ini mengantisipasi mereka tidak akan melakukan kegiatan operasi karena mempersiapkan untuk pasien Covid-19,” beber Devi.

Ia melihat banyaknya pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sehingga kebijakan diambil.

“Bagaimanapun juga pastilah dari Satgas Penanganan Covid-19 sudah antisipasi jangan sampai kita kehabisan oksigen,” katanya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Varian Delta di Tarakan sudah Sembuh, Khairul Tetap Wanti-wanti Masyarakat

Saat ini perusahaan pemasok oksigen ada dua. Namun dua perusahaan pemasoka salah satunya sedang mengalami trouble.

“Yang satunya kan masih kecil ya, yang satunya memang besar tapi bagaimana pun juga memang kalau terjadi lonjakan kasus mempengaruhi persediaan oksigen kita,” jelasnya.

Devi mengatakan, kegiatan operasi yang dimaksud ditunda adalah yang operasi yang direncanakan.

“Atau yang bisa ditunda maka ditunda dulu. Kalau yang harus dilaksanakan darurat tetap dilaksanakan,” tegasnya.

Baca juga: Selama 2 Minggu Mulai Jumat 23 Juli 2021, RSUD Tarakan Tak Layani Operasi, Stok Oksigen Tidak Cukup

Saat ini lanjutnya pasokan masih ada namun produksinya terbatas. Jika kasus terus bertambah maka tentu akan sulit mengejar ketersediaan pasokan oksigen.

“Sehingga Pak Wali sudah antisipasi persiapkan bagaimana apakah membeli dari luar atau bagaimana. Mekanisme pembeliannya sudah direncakan termasuk ada yang ingin menjual ke sini akan dipermudah pengurusannya,” jelas Devi.

Dan itu sudah dipikirkan Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan. Dan sudah dijajakin Wali Kota Tarakan dalam pertemuan.

Pasokan tabung oksigen milik RSUD Tarakan Provinsi Kaltara. Saat ini stok oksigen di RSUD Tarakan mulai berkurang, sehingga mengantipasi naiknya pasien Covid-19, untuk sementara layani operasi dibatasi.
Pasokan tabung oksigen milik RSUD Tarakan Provinsi Kaltara. Saat ini stok oksigen di RSUD Tarakan mulai berkurang, sehingga mengantipasi naiknya pasien Covid-19, untuk sementara layani operasi dibatasi. (Tribun Kaltara)

Kesepakatannya, semua rumah sakit mengutamakan pasien Covid-19 yang memerlukan oksigen.

Untuk harga, relative tetap sama dan normal seperti harga yang ditawarkan sebelumnya. Harga tergantung masing-masing rumah sakit terhadap pemasok oksigen.

“Menurut saya tidak naik sih. Kalau kasus meningkat itu harus diantisipasi jangan sampai kekurangan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved