Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Sungai Kadang Pahu Diduga Tercemar, DLH Kubar Belum Bisa Pastikan, Lakukan Pengambilan Sampel Air

Sungai Kadang Pahu diduga tercemar, DLH Kutai Barat ( Kubar) belum bisa pastikan, lakukan pengambilan sampel air.

Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Kondisi aliran Sungai Kedang Pahu yang berada di Kecamatan Damai, Kabupaten Kubar diduga tercemar limbah dicek oleh tim dari DLH Kubar. 

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR - Sungai Kadang Pahu diduga tercemar, DLH Kutai Barat ( Kubar) belum bisa pastikan, lakukan pengambilan sampel air.

Dugaan tercemarnya aliran Sungai Kedang Pahu di Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang mempengaruhi aktivitas masyarakat setempat. Langsung ditanggapi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar yang terjun ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.

"Sejak mendapat laporan tersebut, DLH Kubar langsung kelapangan dan mengecek kondisinya. Sekarang tim juga masih di lokasi," kata Kepala DLH Kubar, Ali Sadikin melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kubar, H. Makkulau pada Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Lalingka Minta Hasil Investigasi Pencemaran Sungai Malinau Dibuka ke Publik, DLH:Kasus Sudah Selesai

Baca juga: Sanksi Sudah Dijalankan Pihak PT KPUC, DLH Kaltara Sebut Kasus Pencemaran Sungai Malinau Selesai

Baca juga: 2 Bulan Setelah Kasus Pencemaran Sungai Malinau, Manajemen PT KPUC Sebut Itu Bukan Limbah Tambang

Dijelaskannya bahwa tim yang terjun kelapangan tersebut bersama pemerintah kecamatan dan kampung melihat aliran sungai yang diduga tercemar limbah. Pengecekan tersebut sudah berjalan sejak tiga (3) hari lalu. Sekaligus menelusuri sumber/asal muasal terjadinya dugaan pencemaran sungai ini.

"Belum bisa kita pastikan, apakah ini adalah akibat aktivitas perusahaan atau akibat yang lain. Jadi masih kita lacak sumber terjadinya. Kalau dari sampel air, sudah kita ambil untuk diteliti," terangnya.

Tim yang turun langsung ke lapangan tersebut dibagi menjadi tiga kelompok. Dua kelompok yang terdiri dari DLH Kubar bersama pihak kecamatan menelusuri aliran air melalui jalur darat. Sedangkan satu tim lainnya yang menelusuri dari jalur sungai merupakan petinggi kampung setempat.

"Jadi sampai hari ini masih kita lacak sumbernya. Dan masih belum ada informasi terbaru, karena tim yang turun juga terkendala dengan jaringan komunikasi. Sebab berada didaerah yang blank spot," tambahnya.

Masyarakat setempat pun berharap sumber yang mempengaruhi Sungai Kedang Pahu ini bisa segera ditemukan. Sebab masyarakat juga khawatir jika air sungai yang keruh dan berlumpur tersebut disebabkan karena limbah dari perusahaan yang beroperasi. Sebab sejak dulu sungai ini juga merupakan sumber air untuk aktivitas sehari-hari.(*)

(Tribunkaltim.co/Zainul Marsyafi)

Lalingka Minta Hasil Investigasi Pencemaran Sungai Malinau Dibuka ke Publik

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved