Kamis, 23 April 2026

Berita Malinau Terkini

Disperindagkop Data 600 Pedagang di Malinau, Pembina Pasar Minta Vaksinasi Khusus Pedagang

Proses vaksinasi Covid-19 di Malinau terus digenjot, termasuk menyasar pedagang Pasar Induk Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Malinau, Nasion Udon saat ditemui di Pasar Induk Malinau, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu lalu (31/7/2021). (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM ( Disperindagkop ) terdapat sekira 600 pedagang pasar di seluruh Kabupaten Malinau.

Mencakup pedagang di pasar tradisional, koperasi maupun pasar swalayan yang berada dalam ruang lingkup pembinaan Disperindagkop Malinau.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Malinau, Nasion Udon menerangkan pihaknya telah melakukan pendataan pedagang pasar di seluruh Kabupaten Malinau.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kapolres Malinau Turut Diganti

Ini dilakukan untuk memudahkan penyaluran vaksinasi Covid-19 bagi pedagang jika nantinya data tersebut dibutuhkan.

"Sebelumnya, kita juga sudah lakukan pendataan. Jumlahnya ada kurang lebih 600-an pedagang di seluruh Malinau," ujarnya, Minggu (1/8/2021).

Nasion Udon menjelaskan untuk wilayah kerja, Disperindagkop Malinau membawahi Pasar Induk dan Pasar Gerdema di Malinau Kota.

Sedangkan, untuk pasar tradisional seperti Pasar Inai di Desa Kuala Lapang dikelola oleh pemerintah desa.

"Disperindagkop membawahi Pasar Induk dan pasar Gerdema di Malinau Kota.

Kalau pasar tradisional dikelola desa. Tapi untuk pembinaan, seluruhnya masuk ruang lingkup kita," katanya.

Menurutnya, ada sebagian pedagang yang berinisiatif untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di wilayah kecamatannya.

Disperindagkop berencana akan mengusulkan data jumlah pedagang di Malinau untuk keperluan vaksinasi Covid-19.

Namun pihaknya tak berharap dapaf dilaksanakan secepatnya, dikarenakan menipisnya stok vaksin di seluruh daerah.

Pedagang merupakan pihak yang paling rawan terpapar Covid-19 dikarenakan intensitas pertemuan penjual dan pembeli transaksi jual beli langsung di pasar.

"Hasil pendataan kami, sejumlah besar pedagang juga sudah inisiatif ikut vaksinasi. Datanya sudah ada kalau sewaktu-waktu ada program vaksinasi khusus pedagang," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi 1 DPRD Malinau juga telah mengusulkan hal yang sama.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved