Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Waspada Edaran Pemberitahuan Donasi Mengatasnamakan Pemkot Tarakan, Hamid Tegaskan Itu Penipuan

Nama Wali Kota dan Sekretariat Daerah Pemkot Tarakan, dicatut orang tak dikenal yang membuat surat edaran pemberitahuan. Sekda Hamid itu penipuan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Hamid Amren, Sekda Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Nama Wali Kota dan Sekretariat Daerah Pemkot Tarakan, dicatut orang tak dikenal yang membuat surat edaran pemberitahuan.

Di edaran pemberitahuan tersebut bernomor 920/5758/401.316.8/2021 tentang penyaluran donasi untuk tempat ibadah serta Yayasan/panti yang berada di wilayah daerah Pemkot Tarakan tahun 2021.

Dalam edaran itu menyampaikan tentang tempat ibadah, yayasan, panti, yang masuk dalam daftar penerima donasi tentu terlebih dahulu diseleksi tim survei oleh Bapak Wali Kota Tarakan diperintahkan untuk melengkapi persyaratan.

Baca juga: UPDATE Pengungkapan Surat PCR Palsu di Bandara Juwata, Dua Nama Dokter di Tarakan Dicatut Pelaku

Di antaranya poin satu mempunya rekening bank dengan atas nama Lembaga. Poin kedua menyertakan laporan penggunaan donasi (LPD). Di akhir pemberitahuan, tertulis karena kondisi pandemi, program penyaluran donasi dilakukan dengan cara ditransfer antarrekening bank.

Selanjutnya di bagian pengesahan tertulis tanggal 16 Agustus 2o21 ditandatangani Sekda selaku ketua panitia pelaksana penyaluran donasi, Hamid Amren dan ditembuskan kepada Bapak Wali Kota Tarakan, Kepala Dinsos Kota Tarakan.

Merespons hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan, Hamid Amren menegaskan informasi edaran yang terlanjur viral di media sosial itu adalah hoaks.

Baca juga: Masuk Wilayah PPKM Level 4, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan, Wali Kota Tarakan Susun Surat Edaran

Dijelaskan Hamid Amren, edaran itu jelas penipuan. Di antaranya kop surat yang berbeda dengan kop surat milik Setda Tarakan.

“Kemudian kedua, tanda tangan saya juga salah. Ketiga NIP saya juga salah dalam edaran itu. Begitu juga tata cara penulisan naskah keliru,” beber Hamid Amren.

Surat Edaran hoax
Surat Edaran hoax (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia melanjutkan, yang terpenting masyarakat jangan pernah percaya dengan edaran seperti itu. Khususnya organisasi pengurus masjid.

“Apalagi sekarang zaman media sosial. Masyarakat harus lebih teliti, selektif dan waspada. Orang bisa saja punya modus macam-macam. Makanya masyarakat harus hati-hati dan lebih cermat,” beber Hamid Amren.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved