Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Laporan KIPI Pasca Vaksin Moderna, Badan Meriang, Antibodi yang Dihasilkan Lebih Kuat Lawan Covid-19

Laporan KIPI pasca vaksin Moderna badang meriang< d Franky:rasa demam di hari kedua, minumlah paracetamol satu tablet. Atau panadol satu tablet.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Vaksinasi bagi masyarakat umum menggunakan jenis Moderna. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Vaksinasi bagi masyarakat umum menggunakan jenis Moderna sudah mulai berjalan. Seperti yang digelar RSUD Tarakan Provinsi Kaltara belum lama ini.

Dikatakan Plt Dirut RSUD Tarakan Provinsi Kaltara, dr. Franky Sientoro, untuk KIPI berdasarkan pengalaman saat suntik pertama dan kedua untuk vaksinasi jenis Sinovac, tidak menimbulkan gejala berat.

"Rasanya biasa saja. Hanya lapar dan mengantuk untuk jenis Sinovac," ujarnya.

Baca juga: Ibu Hamil di Bulungan Disuntik Vaksin Moderna, Dinkes Batasi 60 Orang & Harus Ikuti Aturan Ketat

Selanjutnya pada vaksinasi jenis Moderna, sebagian besar berdasarkan laporan yang masuk dan juga berdasarkan pengalaman setelah mendapatkan suntikan dosis pertama, terasa meriang selama 1-2 hari.

"Lalu bekas suntiknya lebih sakit. Tapi di hari ketiga, normal kembali. Karena saya juga rasakan berdasarkan pengalaman sendiri," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Moderna Bagi Masyarakat Umum Digelar Perdana di RSUD Tarakan, Antrean Tembus 12 Ribu

Ia melanjutkan ini perlu diedukasi terhadap masyarakat. Bahwa hasil dari antibodi untuk Moderna relatif cukup baik.

"Lebih tinggi dari Sinovac. Hanya KIPI, hampir semua KIPI ringan. Hanya ketika dibandingkan detail, Moderna terasa demam. Efek lainnya tidak membahayakan," ujarnya.

Vaksinasi dosis pertama masyarakat umum menggunakan jenis Moderna.
Vaksinasi dosis pertama masyarakat umum menggunakan jenis Moderna. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Adapun obat untuk meredakan gejala KIPI, tidak selalu dianjurkan untuk pemberian obat lanjutnya.

"Kalau merasa demam di hari kedua, minumlah paracetamol satu tablet. Atau panadol satu tablet. Dan bekas suntiknya juga hilang dalam satu dua hari," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Dosis 1 di Nunukan Baru 17,82 Persen, Dinkes Sebut Masyarakat Segera Disuntik Moderna

Kemudian berdasarkan hasil penelitian, vaksinasi moderna untuk antibodi yang terbentuk cukup baik.

"Yang menarik itu, kenapa platform-nya berbeda. Platform atau tipe dari vaksin. Kalau Sinovac menggunakan all body inaktif. Kalau Moderna ini RNA. Jadi sub bagian dari kuman itu," ujarnya.

Ternyata lanjutnya, hasil penelitian ilmiah lebih jauh dijelaskannya, dengan platform berbeda harapannya daya lindung terhadap tubuh lebih baik.

Baca juga: Vaksinasi Perdana Moderna Bagi Warga KTT, Dinas Kesehatan Tana Tidung Sebut Total 70 Dosis Hari ini

"Kelihatannya virus ini pintar-pintar mutasinya lebih hebat,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved