Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Ribuan Liter Miras Diamankan, Kepala Bea dan Cukai Nunukan Beber Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Ribuan Liter Miras Diamankan, Kepala Bea Cukai Nunukan Beber Potensi Kerugian Negara Capai Ratusan Juta Rupiah.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Papen, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad serahkan dua warga negara Malaysia kepada Imigrasi Nunukan untuk diproses selanjutnya, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan beber potensi kerugian negara atas diamankannya ribuan liter Miras atau Minuman Keras Mengandung Etil Alkohol (MMEA), sebesar Rp 149.313.909.

Hal itu disampaikan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Chairul Anwar pada press release serah terima MMEA dari Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Kepada KPPBC TMP C Nunukan.

"MMEA yang diserah-terimakan oleh Satgas Pamtas kepada kami pada Rabu, 15 September lalu, sebanyak 836 kaleng, 870 botol dan 11 jerigen. Dengan total 1.026, 55 liter MMEA. Adapun potensi kerugian negara dari sektor bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor atas penegahan MMEA ilegal tersebut sebesar Rp149.313.909," kata Chairul Anwar kepada TribunKaltara.com, Senin (20/09/2021), pukul 13.00 Wita.

Menurutnya, MMEA yang diamankan itu terdiri dari berbagai merk jenis beer dan non beer dengan kadar alkohol sekira 5-40 persen.

Baca juga: Seorang Pria Tikam 5 Orang Penumpang di Atas Kapal KM Savina, Cekcok Gegara Tolak Minum Miras Korban

"Barang-barang itu dimasukkan ke wilayah Indonesia maupun akan dikeluarkan dari Indonesia secara ilegal melalui wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan," ucapnya.

Selain kerugian materill, kata Chairul juga terdapat kerugian immateriil berupa dampak kesehatan masyarakat, keamanan dan ketertiban.

Sehingga dengan penegahan MMEA illegal tersebut, bebernya dapat meminimalisir efek negatif bagi lingkungan masyarakat di perbatasan RI-Malaysia.

Baca juga: Sembilan Bulan Bertugas, Satgas Pamtas RI-Malaysia Temukan Ribuan Miras, Diserahkan ke Bea Cukai

"Jadi karena barang-barang tegahan itu merupakan barang yang dibatasi untuk diimpor atau diekspor serta tidak diberitahukan dalam pemberitahuan pabean. Sehingga ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN) dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan Bea Cukai Nunukan, untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Dia berharap aparat dan instansi terkait di perbatasan RI-Malaysia dapat memelihara sinergitas dalam menjaga wilayah perbatasan dari masuk maupun keluarnya barang yang dapat merugikan negara baik dari penerimaan pajak maupun dari sisi manfaat.

"Kami juga harapkan partisipasi dari instansi pemerintah terkait maupun aparat penegak hukum lain termasuk peran masyarakat, untuk meningkatkan kerjasama dalam mengamankan penerimaan negara serta melindungi negara dari pemasukan barang-barang yang berdampak negatif bagi kesehatan maupun mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," tuturnya.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad serahkan dua warga negara Malaysia kepada Imigrasi Nunukan untuk diproses selanjutnya, belum lama ini.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad serahkan dua warga negara Malaysia kepada Imigrasi Nunukan untuk diproses selanjutnya, belum lama ini. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Papen, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad)
Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved