Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Beber Perkembangan Investasi Kaltara, Sempat Terkontraksi, Nilai Tertinggi Ada di Triwulan II 2020

Beber perkembangan investasi Kaltara, sempat terkontraksi, nilai investasi tertinggi ada di triwulan II 2020.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
HO/HUMAS KPwBI Provinsi Kaltara
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Tedy Arif Budiman. HO/HUMAS KPwBI Provinsi Kaltara 

Kemudian ia kembali melanjutkan, untuk kebutuhan PMTB, untuk dapat kembali tumbuh pada rentang 6 sampai 7 persn seperti keadaan sebelum pandemi Covid-19, dalam rentang 5-7 tahun mendatang setidaknya Kaltara perlu untuk mengkompensasi rendahnya capaian realisasi PMTB pada periode pandemi 2020-2021 ini di masa mendatang.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut Tedy, PMDN terus menunjukkan tren peningkatan baik untuk sektor primer, sekunder dan tersier.

Dari sektor primer, lapangan usaha pertambangan merupakan salah satu yang menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan.

“Sebagai lapangan usaha dengan pangsa 26,3 persen. Pertambangan menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama di Kaltara yang tentunya perlu mendapat perhatian terutama setelah beberapa waktu lalu negara G7 sepakat untuk menghentikan pendanaan proyek batubara pada tahun 2022 mendatang,” bebernya.

Untuk itu, hilirisasi tentu perlu dilakukan untuk dapat menjaga eksistensi bisnis lapangan usaha pertambangan agar dapat bertahan di masa mendatang.

Dari sektor sekunder, lapangan usaha industri makanan tambahnya, juga terus menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan sektor tersier yang diwakili oleh lapangan usaha perdagangan dan reparasi.

Sementara itu, berbeda dengan PMDN, dalam lima tahun terakhir, PMA relatif menunjukkan tren penurunan khususnya untuk sektor primerdan tersier.

Dari sektor primer, lapangan usaha tanaman pangan dan perkebunan merupakan salah satu dan yang utama menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2017.
Lapangan usaha ini tentunya sangat berkaitan dengan CPO yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian Kaltara.

“Dengan semakin maraknya environment campaign di berbagai negara, sebagai salah satu negara eksportir CPO terbesar tentunya Indonesia dalam hal ini Kaltara perlu melakukan hilirisasi produk CPO untuk dapat meningkatkan nilai jual,” jelasnya.

Di sisi lain dari sektor sekunder justru menunjukkan tren peningkatan terutama terlihat dari lapangan usaha industri makanan yang terus bekembang di Kalimantan Utara

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved