Berita Kaltara Terkini

PTM Terbatas Berjalan Tiga Minggu, Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Barat Sebut Nihil Kasus Covid-19

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas di SMAN 1 Tanjung Palas Barat sudah berjalan selama 3 minggu. Nihil kasus covid-19.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan di SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, Senin (8/11/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas di SMAN 1 Tanjung Palas Barat sudah berjalan selama 3 minggu.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung Palas Barat Sem Serah, selama pelaksanaan PTM Terbatas berlangsung belum ditemukan adanya murid atau guru yang terpapar Covid-19.

"Kita sudah jalan sekitar 3 minggu untuk PTM Terbatas, sampai saat ini nol ya, tidak ada yang terpapar," kata Sem Serah, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Jubir Satgas Covid-10 Tarakan Beber Evaluasi PTM, Siswa Suhu Tubuh di Atas 37 Derajat Dipulangkan

Ia menjelaskan, pelaksanaan PTM Terbatas dapat dilakukan setelah vaksinasi bagi murid sudah di atas 70 persen.

Kata Dia pelaksanaan PTM Terbatas sangat didukung oleh orang tua murid, karena sulitnya melakukan belajar dari rumah (BDR) lantaran tidak adanya jaringan internet.

Baca juga: Sepekan Laksanakan PTM, Kepala SDN Utama 2 Beber 95 Persen Orang Tua Siswa Setuju Kembali ke Sekolah

"Vaksinasi murid sudah di atas 70 persen dan guru itu sudah semua divaksin," katanya.

"Orang tua murid sangat mendukung, karena kesulitan kita di sini tidak ada jaringan, sebelumnya saat BDR guru-guru yang datang ke rumah tapi itu tidak efektif," terangnya.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan di SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, Senin (8/11/2021).
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan di SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, Senin (8/11/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

Sementara itu, Wakil Kepsek SMAN 1 Tanjung Palas Barat Merson Pai Pin menjelaskan, pelaksanaan PTM Terbatas dibagi menjadi dua sif, yakni pagi dan siang hari.

Pelaksanaan tatap muka juga dibatasi hanya 50 persen dari jumlah siswa per kelas, pelaksanaan ini kata Merson juga dilakukan setiap hari mulai Senin hingga Sabtu.

Baca juga: Level PPKM sudah Turun, SMA/SMK di Tarakan Ditargetkan PTM Terbatas Mulai Senin 25 Oktober 2021

"Kita masuk dua sif, sif pagi dan siang, setiap sif itu 2 jam, dan itu mulai jam 07:30 sampai jam 10:10, dan jam 11:00 sampai jam 13:40," terang Merson.

"Komposisi muridnya itu 50 persen saja yang masuk kelas, kalau di kita paling banyak siswa per kelas itu 24 murid jadi hanya 12 murid saja yang PTM," tambahnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa siswa yang mengikuti PTM tidak diperkenankan untuk menempati kursi selain yang telah ditentukan.

Penempatan kursi tersebut, kata Merson untuk memudahkan Puskesmas seandainya ada siswa atau guru yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Kabupaten Bulungan Masuk Wilayah PPKM Level 3, PTM Terbatas Dilaksanakan Bersyarat

"Tiap kursi itu sudah ada identitasnya, jadi tidak duduk sembarangan, dan ini memudahkan kita tracing juga kalau terpapar," katanya.

"Kalau ada yang positif itu sekolah tidak diliburkan, jadi yang terpapar saja nanti ditracing oleh Puskesmas," ujarnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved