Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Tunggu PLTA Sungai Kayan, Gubernur Kaltara Siapkan Alternatif Sumber Energi untuk KIPI

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang mengungkapkan opsi lain terkait sumber energi KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi

Kolase TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang dan jalan akses menuju Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Bulungan, lokasi rencana proyek KIPI Tanah Kuning Mangkupadi (Kolase TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara Zainal Paliwang mengungkapkan opsi lain terkait sumber energi untuk kebutuhan pasokan ke kawasan industri dan pelabuhan internasional atau KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi.

Berdasarkan hasil rapat bersama Menko Marves Luhut Panjaitan dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, pihaknya menyimpulkan tidak mungkin menanti PLTA Sungai Kayan jadi pemasok utama energi KIPI.

Pasalnya jika hanya mengandalkan PLTA Sungai Kayan sebagai pemasok utama KIPI, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Oleh sebab itu, kata Zainal Paliwang, diperlukan sumber energi lain, sembari menunggu proyek PLTA Sungai Kayan rampung.

Menurut Gubernur Zainal Paliwang, sumber energi lain dipastikan berasal dari sumber energi hijau seperti tenaga surya.

Kendati demikian, ia tidak merinci lebih lanjut besaran energi yang dihasilkan tenaga surya untuk keperluan KIPI.

"Kalau untuk PLTA ini dia prosesnya lama, membuat bendungan itu tidak 1-2 tahun tapi bisa 4-5 tahun," kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Soal PLTA Sungai Kayan, Luhut Ancam Cabut Izin Investasi jika Tidak Langsung Kerja

"Jadi selama menunggu itu, kita siapkan tenaga energi hijau lainnya, ada tenaga surya," ucapnya menambahkan.

Selain itu, Gubernur Zainal Paliwang juga menyampaikan, bila nanti peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo selesai dilakukan, pihak pemerintah memberikan waktu satu tahun bagi perusahaan untuk menunjukan progres pembangunan di KIPI.

Andai tidak ada progres, maka tiga perusahaan yang saat ini masuk untuk mengelola KIPI yakni PT KIPI, PT KPP dan PT ISS terancam dicabut izinnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved