Berita Tarakan Terkini

Pengacara PT Kaltara Jaya AbadI Sunan Kalijaga Tegaskan HAKI Masih Berlaku: Saya ke Sini Liburan

Sebagai Corporate Legal PT Kaltara Jaya Abadi, Pengacara Sunan Kalijaga ikut mengungkapkan persoalan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dimiliki.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Sunan Kalijaga, pengacara sekaligus Corporate Legal PT Kaltara Jaya Abadi, salah satu perusahaan trader bergerak di bidang ekspor rokok keluar negeri bersama Direktu PT Kaltara Jaya Abadi, Ridwan Alanwari. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Sebagai Corporate Legal PT Kaltara Jaya Abadi, Pengacara Sunan Kalijaga ikut mengungkapkan persoalan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dimiliki kliennya.

Dalam hal ini PT Kaltara Jaya Abadi (KJA) sebagai perusahaan trader yang menjalankan proses ekspor rokok milik eksportir PT Tembakau Jaya Sakti yang pabriknya berada di Pasuruan, Jawa Timur.

Sebelumnya pada Minggu (23/1/2022) sore kemarin, dilakukan pembongkaran enam kontainer berisi 6.000 master kis rokok merek San Marino dan Eight.

Bea dan Cukai Tarakan sudah melakukan pemeriksaan dokumen kelengkapan dan Kabinda Kaltara, Brigjen TNI H.Andi Sulaiman melakukan pengecekan kepastian kepemilikan HAKI dan alur prosedur pengiriman rokok yang sedianya akan dikirim ke Filipina tersebut.

Baca juga: San Marino & Eight Rokok Produk Lokal Pasuruan, PT KJA Tegaskan HAKI Dimiliki Sejak Tahun 2018

Di momen itu, selain Direktur PT Kaltara Jaya Abadi juga turut hadir pula Sunan Kalijaga, pengacara terkenal yang sempat memberikan bantuan hukum gratis kepada Dody Sudrajat dan akhirnya memilih mundur.

Ia menjelaskan, sebenarnya kedatangannya kemarin adalah dalam rangka kuliner menyicipi keberagaman kuliner yang ada di Tarakan.

Baca juga: Dokumen 6 Kontainer Isi Rokok Asal Jatim Diperiksa, Kabinda Kaltara Beber Masih Telusuri HAKI Merek

“Saya ke sini lagi liburan. Saya diajak jalan-jalan sama Pak Ridwan dan makan di warung Teras menyicipi kepiting dan kuliner lainnya di Tarakan,” urainya.

Ia melanjutkan, sejak 2019 ia sudah dipercaya PT KJA menjadi jubir dan kuasa hukum atau lawyer pihak mereka.
Dalam hal ini pihaknya sebagai corporate legal dari PT KJA milik Vendy, sang komisaris dari PT KJA. Ia menegaskan, sebagai orang hukum pihaknya wajib memastikan semua berjalan baik dan benar di mata hukum.

Aktivitas pemeriksaan container berisi rokok merek San Marino dan Eight di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Minggu (23/1/2022).
Aktivitas pemeriksaan container berisi rokok merek San Marino dan Eight di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan, Minggu (23/1/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Artinya mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Misalnya seperti HAKI produk tersebut saya sudah pastikan ada dan masih berlaku,” tegas Sunan Kalijaga kepada awak media.

Ia melanjutkan masa perpanjangan HAKI milik mereka masih tersisa 8 tahun lagi. “Kan HAKI dibuat dari 2018 dan masih panjang masa berlakunya,” jelasnya.

Baca juga: Daftar Harga Terbaru Rokok per Januari 2022, Mulai dari Rokok Kretek hingga Rokok Putih

Pada intinya keberadaannya di Tarakan untuk sekadar jalan-jalan sembari memastikan segala sesuatu berkaitan dengan persoalan hukum PT KJA aman.

“Jadi dalam rangka jalan-jalan karena hari Minggu,” urainya.

Ia melanjutkan, justru apa yang disampaikan Presiden RI bahwa aktivitas ekspor, komitmen membantu pengusaha lokal dalam mengirimkan produknya.

Baca juga: LENGKAP Harga Rokok Terbaru Tahun 2022, Benarkah Tembus Rp 40 Ribu per Bungkus?

“Mestinya ya itu tadi tetap secara legalitas harus dipenuhi. Kalau ada yang kurang diinformasikan segera diberesi,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved