Jumat, 15 Mei 2026

UMKM Kaltara

Gurihnya Bisnis Amplang Rumput Laut Khas Nunukan, Laris Manis Hingga Malaysia

Amplang,kerupuk khasnya Borneo.Umumnya amplang diolah denganikan tenggiri, tapi di tangan Hardi bahan baku rumput laut tak kalah gurihnya

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Hajrah
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.
Ardi memamerkan makanan khas produksinya yaitu amplang rumput laut di gerai Karima, Jl. Ujang Dewa RT 03, Nunukan Selatan, Jumat (04/02/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Amplang, kerupuk khasnya pulau Borneo.

Buah tangan atau oleh-oleh yang wajib ditenteng saat berkunjung ke Kalimantan.

Umumnya amplang diolah dengan bahan baku dasar ikan tenggiri.

Lantas, bagaimana jika bahan bakunya diganti rumput laut?

Apakah gurih dan renyahnya tetap sama.

Kisah Pelaku UMKM Kaltara, Hardi warga Jalan Ujang Dewa RT 03, Nunukan Selatan yang telah menggeluti usaha amplang rumput laut sejak 2014.

Saat itu Hardi melihat harga rumput laut yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Nunukan sedang turun drastis hingga Rp4.500 per Kg.

Baca juga: Mengenal Batik Lulantatibu Khas Nunukan, Produk UMKM Kaltara,Unik Berkat Gabungan Motif 4 Suku Dayak

Akhirnya muncul idenya untuk membeli rumput laut lalu mengolahnya menjadi produk cemilan.

"Orang berpikir bagaimana rumput laut diekspor. Sementara saat itu harganya turun drastis. Gairah petani rumput laut jadi berkurang. Di situlah saya melihat peluang, kenapa tidak diolah saja biar ada nilai tambah," kata Hardi kepada TribunKaltara.com, Jumat (04/02/2022), pukul 13.30 Wita.

Produk UMKM Amplang rumput laut di Gerai Karima, Jl. Ujang Dewa RT 03.
Produk UMKM Amplang rumput laut di Gerai Karima, Jl. Ujang Dewa RT 03. (TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.)

Hardi lalu mulai melakukan berbagai eksperimen lewat kanal YouTube. Meskipun eksperimennya sempat gagal namun ia tak patah arang.

"Sekali pesan dari petani 100 Kg. Dan rumput laut yang saya beli bukan yang dijemur itu. Ada spesifikasi sendiri. Olahannya itu, perpaduan ikan, tepung dan rumput laut. Kami pakai ikan 2 Kg dan rumput laut 1 Kg. Begitu sudah berhasil saya produksi, lalu dikenalkan kepada masyarakat dan keluarga dulu,"jelasnya.

Bapak tiga anak itu, memiliki 5 produk amplang dari bahan baku rumput laut. Diantaranya amplang rumput laut, kripik tempe rumput laut, krispy rumput laut, kripik ikan rumput laut, dan wedang jahe rumput laut.

Ia menamai produk amplangnya dengan sebutan Karima dengan harga jual  mulai Rp5 ribu-Rp25 ribu.

"Karima adalah nama anak saya yang ketiga. Untuk varian rasa sementara ini masih rasa original. Tapi best sellernya Amplang Rumput Laut. Per bungkus isinya mulai 50 gram sampai 130 gram. Kebanyakan yang pesan harga Rp10 ribu dan Rp25 ribu," ujarnya.

Baca juga: Sambal Dayak, Produk UMKM Kaltara Ole-ole Incaran Pelancong, Pedasnya Menggigit

Untuk pemasarannya, Hardi gunakan  media sosial termasuk grup WhatsApp. Kini Karima memiliki lebih dari 100 pelanggan tetap baik di Nunukan, Pulau Jawa, hingga negeri jiran Malaysia.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved