Berita Nunukan Terkini

Kasus Positif Covid-19 Tinggi, Pemkab Nunukan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Bagi 8 Kecamatan Ini

Pemerintah Kabupaten Nunukan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan yang memiliki ekskalasi kasus positif Covid-19.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Kegiatan PTM terbatas di SMPN 1 Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan yang memiliki ekskalasi kasus positif Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Nunukan, Sabaruddin mengatakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nunukan, meningkat signifikan tiap harinya.

Hal itu membuat Bupati Nunukan Asmin Laura mengeluarkan SE Nomor 86-BPBD/360/II/2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Nunukan.

Baca juga: PTM Diperbolehkan, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sebut Pembelajaran Jarak Jauh Menguras Energi

"SE Bupati Nunukan terkait PJJ mulai berlaku hari ini sampai tanggal 9 Maret. Sembari nanti dievaluasi pelaksanannya dengan melihat sebaran kasus positif Covid-19 di Nunukan," kata Sabaruddin kepada TribunKaltara.com, Kamis (24/02/2022), pukul 07.30 Wita.

Tak hanya kasus aktif Covid-19 yang jadi penilaian penerapan PJJ, dalam SE Bupati itu disampaikan capaian vaksinasi usia 6-18 tahun masih rendah. Termasuk hasil surveilan epidemiologi/ penilaian risiko oleh Dinkes Nunukan.

Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pendemi yang Menyenangkan

Menurut Sabaruddin tak semua satuan pendidikan di Kabupaten Nunukan menerapkan PJJ tersebut. Hanya untuk 8 kecamatan yang memiliki ekskalasi kasus positif Covid-19.

"Tidak semua kecamatan yang terapkan PJJ, hanya Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Tengah, Sebatik Barat, Sebatik Timur, Sebatik Utara, dan Sei Menggaris," ucapnya.

Giat vaksinasi pelajar di SMPN 4 Kabupaten Nunukan
Giat vaksinasi pelajar di SMPN 4 Kabupaten Nunukan (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Sementara itu, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada satuan pendidikan di luar 8 kecamatan itu dapat diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang telah vaksinasi dosis 2. Selain itu peserta didiknya telah mendapatkan vaksinasi minimal dosis 1.

PTM terbatas itu dihentikan 14 hari dan dilakukan PJJ apabila ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 pada warga satuan pendidikan.

Baca juga: Survei ke Kediaman Siswa, Guru SMA di Malinau Beber Persoalan Utama Pembelajaran Jarak Jauh

"Sekolah di luar 8 kecamatan itu boleh laksanakan PTM terbatas bila pendidik dan tenaga kependidikan telah vaksinasi dosis 2. Dan siswanya minimal sudah vaksin dosis 1," ujarnya.

Sekadar diketahui, kasus aktif Covid-19 di Nunukan saat ini sebanyak 511 pasien.

Dari 511 kasus aktif, 9 pasien diantaranya dirawat di RSUD Nunukan, 93 pasien lainnya jalani isolasi mandiri di Rusunawa dan 409 lainnya jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dilihat dari sebaran kasus konfirmasi Covid-19, Kecamatan Sembakung masih memimpin dengan kasus aktif terbanyak yakni 184 pasien. Disusul Nunukan Selatan dengan 136 kasus aktif. Berikutnya Kecamatan Nunukan ada bertambah jadi 111 kasus aktif.

Baca juga: Anggota RISE Programme Sebut Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Tantangan Besar Dimasa Pandemi Covid-19

Sementara itu, Sebuku bertahan dengan 28 pasien. Sebatik Utara bertambah jadi 20 pasien. Sei Menggaris bertahan 12 pasien. Sebatik Timur bertahan 11 pasien. Sebatik Barat juga bertahan 6 pasien. Sebatik Tengah berkurang jadi 2 pasien. Lumbis Ogong bertambah 1 pasien.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved