Berita Tarakan Terkini

Deflasi di Provinsi Kaltara Selama Februari 2022 Sebesar 0,01 Persen, Begini Penyebabnya 

Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltara (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara mencatatkan deflasi Februari 2022 sebesar 0,01 persen (mtm).

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Terjadi surplus komoditas pada telur ayam yang dijual di pasaran menjadi sebab adanya deflasi di Kaltara Februari kemarin. 

TRIBUNALTARA.COM, TARAKAN – Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltara (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara mencatatkan deflasi Februari 2022 sebesar 0,01 persen (mtm).

Adapun dua kota IHK yakni Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen (mtm), sedangkan Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,01 persen (mtm).

Dikatakan Kepala KPwBI Kaltara, Tedy Arief Budiman, tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Utara tersebut lebih rendah dari periode sebelumnya yang tercatat pada bulan Januari 2021 sebesar 0,47 persen. Itu terjadi seiring siklus normalisasi pasca HBKN Nataru 2021/2022.

Baca juga: Pasokan Cabai dan Ayam Ras Melimpah, Tekanan Inflasi Rendah, Deflasi Tarakan di Angka 0,13 Persen

Di sisi lain, hal ini juga didukung oleh menurunnya mobilitas masyarakat yang tercermin dari Google Mobility Report pasca peningkatan kasus harian Covid-19 di Kaltara, yang diyakini menahan laju pergerakan dan konsumsi masyarakat.

Selain itu, surplus produksi nasional pada beberapa komoditas, seperti telur ayam menjadi salah satu penyebab deflasi Kaltara pada bulan ini.

Baca juga: Cabai Rawit dan Ikan Bandeng Ikut Sumbang Deflasi di Kalimantan Utara pada Juni 2021

Lebih lanjut dikatakan Tedy, jika dilihat berdasarkan komoditasnya, deflasi pada periode Februari 2022 terutama disebabkan oleh komoditas angkutan udara, ikan bandeng, dan telur ayam ras.

Deflasi pada komoditas angkutan udara berkontribusi atau memberikan andil mines 0,07 persen disebabkan oleh penurunan demand masyarakat terhadap angkutan penerbangan dari dan menuju Kaltara.

Tedy Arief Budiman, Kepala KPwBI Provinsi Kaltara.
Tedy Arief Budiman, Kepala KPwBI Provinsi Kaltara. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Itu seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional yang menahan keinginan masyarakat Kaltara untuk melakukan perjalanan,” beber Tedy.

Selanjutnya, pada komoditas ikan bandeng memberikan andil -0,06 persen dan telur ayam ras memberikan andil -0,06 persen.

Baca juga: Tarakan Alami Deflasi Minus 0,85 Persen di Januari 2021, Kaltara Catat Deflasi Minus 0,58 Persen

“Kedua komoditas ini mengalami deflasi disebabkan oleh penurunan demand masyarakat di tengah produksi yang mengalami surplus secara nasional,” urainya.

Meski tercatat deflasi secara bulanan, secara tahunan Provinsi Kaltara masih mengalami inflasi sebesar 2,06 persen (yoy) atau 0,54 persen (ytd).

Penurunan tekanan inflasi pada bulan Februari 2022 terutama disebabkan oleh kelompok transportasi lanjutnya.

Tambahnya, kondisi ini sejalan dengan penurunan mobilitas masyarakat Kaltara yang tercermin dari indeks Google Mobility Report (GMR).

Baca juga: KPwBI Kaltara Jelaskan Penyebab Deflasi di Tarakan pada Oktober 2020, Tanjung Selor Inflasi

Kondisi tersebut diyakini mendorong penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara yang dipicu oleh penurunan demand masyarakat terhadap komoditas tersebut.

“Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,50 persen (mtm). Namun demikian, secara tahunan kelompok transportasi masih tercatat inflasi sebesar 13,83 persen (yoy),” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved