Berita Bulungan Terkini

Hasil Pertanian Belum Penuhi Kebutuhan Pangan Pekerja Proyek KIPI, Disperta Bulungan Cari Solusi

asil produksi pertanian di Bumi Tenguyun belum dapat memenuhi kebutuhan sektor pangan di proyek KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi.

Penulis: - | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com/Georgie Sentana Hasian Silalahi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Achmad Yani. (TribunKaltara.com/Georgie Sentana Hasian Silalahi) 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan Achmad Yani, mengungkapkan hasil produksi pertanian di Bumi Tenguyun belum dapat memenuhi kebutuhan sektor pangan untuk Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Tanah Kuning - Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Ini merujuk pada produksi pertanian di Bulungan yang hanya mampu menghasilkan 4 ton.

"Di KIPI ada sekitar 100 ribu orang pekerja jadi, butuh beras 30 ton, hasil pertanian kita hanya mampu 4 ton sekali panen dalam 1 bulan, saya rasa belum mencapai target segitu," ucapnya.

Ditambah lagi, kata Achmad Yani, program pembukaan lahan pertanian baru masih terkendala anggaran.

Dalam tiga tahun belakangan, Disperta Bulungan sudah tidak lagi menerima sokongan dari APBN.

"Tetapi intinya tahun ini tidak ada lagi program pembukaan perluasan lahan pertanian, karena tidak punya anggaran," ungkap Achmad Yani.

Baca juga: Jadi Penyangga Pangan IKN, Produksi Pertanian Bulungan Masih Rendah, Disperta Beber Kendala

"Kalau mau melakukan pengembangan harusnya kita mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, tetapi sampai tahun ini masih sulit untuk terealisasi," ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Disperta Bulungan tetap berupaya mencari solusi agar hasil produksi panen petani bisa melimpah di tengah keterbatasan.

Salah satu cara yang bisa diterapkan kepada petani yakni, mengubah pola pikir dalam hal bercocok tanam.

"Maksudnya pola pikir petani bercocok tanam harus punya niat untuk usaha bisnis jangka panjang, kalau tidak disadari, maka tidak tercapai," katanya.

Terpisah, Bupati Bulungan Syarwani mengharapkan produk beras lokal bisa masuk pasar konsumsi tenaga kerja KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi.

"Sektor pertanian adalah produk unggulan Bulungan, dan tentu ini merupakan harapan kita ke depan yaitu dapat memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat Kaltara, bahkan untuk konsumsi tenaga kerja proyek KIPI," ucapnya.

Kawasan pertanian padi sawah di Kaltara (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)
Kawasan pertanian padi sawah di Kaltara (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

Baca juga: 2022 Perkuat Food Estate, Dinas Pertanian Bulungan Pastikan Beri Pendampingan Maksimal Ke Petani

Terlepas karena anggaran minim, Syarwani meminta petani menjalankan alternatif untuk meningkatkan hasil panen padi

Salah satunya produksi gabah kering dengan menggunakan metode Hazton dari Desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara.

"Ya tentu selain meningkatkan produksi beras lokal, panen gabah kering juga bisa menghasilkan 5 ton dengan luas lahan 125 hektar, pasti bisa memenuhi kebutuhan ketersediaan pangan di Bulungan maupun KIPI," ungkap Syarwani.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved