Berita Malinau Terkini

Ada Tradisi Berbalas Pantun di Pelantikan Himpunan Keluarga Massenrempulu, dr Khairul tak Mau Kalah

Suasana pelantikan Himpunan Keluarga Massenrempulu atau Hikma Malinau malam tadi seketika menjadi panggung berbalas pantun

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pelantikan Ketua DPD Hikma Malinau, Akbar Syamsul Bahri bersama pengurus periode 2021-2026 di Kantor BPU Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (26/3/2022) malam. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pelantikan Himpunan Keluarga Massenrempulu atau Hikma Malinau malam tadi seketika menjadi panggung berbalas pantun di Gedung BPU Malinau Kota, Sabtu (27/3/2022) malam.

Tren berbalas pantun dalam pelaksanaan kegiatan dan sambutan kini membudaya di Kaltara, khususnya di Kabupaten Malinau.

Baik agenda pemerintahan maupun kegiatan masyarakat, pasti akan ditutup dengan sebait dua pantun untuk mencairkan suasana.

Uniknya, Ketua DPW Hikma Kaltara, dr Khairul punya cara tak biasa membudayakan tren tersebut.

Baca juga: Ketua Hikma Kaltara Khairul Ingatkan Warga Massenrempulu di Bulungan Jangan Terpecah Karena Politik

Tak seperti kebiasaan berbalas pantun yang biasanya disampaikan pada penghujung sambutan, Pria yang juga merupakan Walikota Tarakan tersebut membalas pantun dari pejabat sebelumnya pada pembuka sambutan.

"Ayu Ting Ting Naik Gerobak,
Yang Penting Harus Kompak,

"Di Malinau ada Jalan Cendrawasih,
Cukup Sekian Terima Kasih."

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes. yang juga Ketua Hikma Kaltara saat diwawancarai TribunKaltara beberapa waktu lalu.
Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes. yang juga Ketua Hikma Kaltara saat diwawancarai TribunKaltara beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Bait pantun tersebut disampaikan dr Khairul membalas pantun yang sebelumnya disampaikan Ketua DPD Hikma Malinau periode 2021-2026, Akbar Syamsul Bahri.

dr Khairul menyampaikan, Himpunan Keluarga Massenrempulu merupakan salah satu pilar KKSS yang membawahi 4 rumpun sub suku.

"Jadi, Massenrempulu merupakan sebuah rumpun yang membawahi 4 rumpun suku di Sulsel. Yakni Enrekang, Duri, Maiwa dan Letta," ungkapnya.

Massenrempulu lanjut Khairul memiliki variasi makna. "Pulu", melambangkan simbol perekat, persatuan.

Sementara kata Khairul, ada pula yang memaknai "Massenrempulu'' sebagai deretan pegunungan. Menggambarkan kondisi geografis 4 rumpun sub suku di Sulsel tersebut.

Suasana seusai pelantikan DPD Hikma Malinau tersebut, seketika berubah menjadi panggung bersambut pantun.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Malinau, Edy Marwan membalas pantun dari DPW Hikma Kaltara dan Ketua DPD Hikma Malinau.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved