Berita Nunukan Terkini

Usai Lebaran105 Perusahaan di Nunukan Diduga Tidak Membayar THR, Disnakertrans: Belum Ada Laporan

Disnakertrans Nunukan catat ada 105 perusahaan diduga belum membayar THR karyawannta. Hanya 27 perusahaan yang sudah membayar THR.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Posko pengaduan pembayaran THR di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan. 

TRIBUNKALTARA,COM, NUNUKAN - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan mencatat sebanyak 132 perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2022 kepada karyawannya.

Namun, dari ratusan perusahaan itu hanya 27 perusahaan yang dilaporkan oleh Disnakertrans Nunukan telah membayar THR H-7 Idul Fitri 1443 Hijriah.

Sehingga masih ada 105 perusahaan lagi yang diduga belum membayar THR karyawannya.

Baca juga: Hanya 27 Perusahaan yang Bayar THR Keagamaan Tahun 2022, Disnakertrans Nunukan: Ada 105 Lagi

Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan, Disnakertrans Kalimantan Utara (Kaltara), Suwarsono mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait perusahaan yang belum membayarkan THR kepada karyawannya.

"Pekerja yang merasa belum menerima THR atau menerima tapi tidak sesuai ketentuan, silahkan melaporkan ke posko pengaduan di kabupaten/ kota. Dari pantauan kami yang melaporkan secara online melalui aplikasi sedikit saja. Nah untuk offline sampai sekarang kami belum menerima laporan dari Nunukan," kata Suwarsono kepada TribunKaltara.com, Sabtu (14/05/2022), pukul 11.00 Wita.

Suwarsono menyampaikan, sesuai surat edaran yang diberikan pihaknya kepada Disnakertrans kabupaten/kota, kemudian diteruskan ke perusahaan di daerahnya bahwa perusahaan wajib membayarkan THR penuh maksimal H-7 Lebaran.

Baca juga: Hanya Gara-gara Tanyakan THR Kepada Perusahaan, Karyawan Swasta ini Malah Kena Pecat

"Jadi pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun maka akan dibayarkan satu kali gaji. Untuk yang di bawah 1 tahun dihitung secara proporsional. Kalau memang ada perusahaan yang tidak membayar atau membayar tidak sesuai ketentuan atau terlambat bayar silahkan laporkan ke dinas setempat atau langsung dinas provinsi. Nanti kami tindaklanjuti ke perusahaannya," ucapnya.

Dia menyebut Pemerintah Pusat mengharapkan semua perusahaan akan membayarkan secara penuh THR karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.

Posko pengaduan pembayaran THR di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan.
Posko pengaduan pembayaran THR di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Bila tidak diindahkan oleh perusahaan, kata Suwarsono maka dinas terkait wajib memberikan sanksi tegas.

"Selama dua tahun perusahaan dimaklumi karena pandemi Covid-19. Untuk tahun ini sudah membaik jadi tidak boleh cicil. Pengawas kami akan lakukan pemeriksaan. Kalau catatan satu dan dua tidak diindahkan perusahaan, ada sanksi mulai dari ringan sampai yang berat," ujarnya.

Baca juga: Baru 10 Perusahaan di Nunukan Bayar THR Karyawan, Kabid PHI dan Kesra: Sanksi Ranahnya Pemprov

Tak hanya itu, Suwarsono juga sampaikan perusahaan yang tidak membayarkan THR, terlambat bayar, atau tidak membayar sesuai ketentuan akan dikenakan pinalti 5 persen dari nominal yang harus dibayarkan.

"Jadi begitu laporan sudah masuk ke kami, tindaklanjut berupa komunikasi by phone dengan manajemen perusahaan. Tahapannya agak panjang tergantung laporannya apa. Nota pertama 7 hari, kedua juga 7 hari. Akumulasi 3-4 minggu baru ada putusan sanksi," tuturnya.

Laporan ke Provinsi Pasca Cuti Lebaran

Terpisah, Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Kesra, Disnakertrans Nunukan, Marselinus, menuturkan terkait laporan realisasi pembayaran THR oleh perusahaan, menunggu setelah cuti Lebaran.

"Surat dari Kabupaten Nunukan sudah buat dan siap dikirimkan ke provinsi. Selasa mendatang akan kami kirim. Karena dari tanggal 9 Mei kami masih menunggu sekiranya ada laporan yang belum disampaikan oleh perusahaan kepada kami," ungkap Marselinus.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved