Berita Nunukan Terkini

Banjir Sepekan Lebih di Nunukan Kini Berangsur Surut, BPBD Catat Dua Kecamatan Masih Digenangi Air

Banjir sepekan lebih di Nunukan kini berangsur surut, BPBD catat dua kecamatan masih digenangi air.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ Basir)
Banjir menggenangi rumah warga di Sembakung, Kabupaten Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Banjir sepekan lebih di Nunukan kini berangsur surut, BPBD catat dua kecamatan masih digenangi air.

Banjir yang terjadi sepekan lebih di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara kini berangsur surut, Jumat (27/05/2022).

Kasubid Informasi Kebencanaan BPBD Nunukan, Muhammad Basir mengatakan banjir terjadi sejak 17 Mei lalu akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus hingga saat ini.

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual Pelajar 16 Tahun di Nunukan tak Mau Bicara, Ditangani Dokter Spesialis Jiwa

Banjir dimulai dari Kecamatan Lumbis tepatnya Desa Mansalong lalu menyebar ke dua kecamatan lainnya yang berada di hilir yakni Sembakung dan Sembakung Atulai.

"Di Lumbis hanya dua hari saja banjirnya, karena posisinya di hulu. Jadi mengalir ke hilir. Per tanggal 17 Mei air mulai naik sekira 80 cm dari batas normal 3 meter. Berlanjut hingga 24 Mei," kata Muhammad Basir kepada TribunKaltara.com, pukul 15.00 Wita.

Lebih lanjut Basir sampaikan, air memuncak pada 24 Mei hingga 5,27 meter dari batas normal.

Basir menyebut ada 7 desa di Kecamatan Sembakung yang terdampak banjir. Sedangkan di Sembakung Atulai ada 10 desa.

"Memang yang banjir parah di dua kecamatan itu. Tapi kalau di Sembakung Atulai sudah dua hari belakangan tidak menggenangi jalanan. Sedangkan beberapa desa di Sembakung masih bertahan di dalam rumah. Setengah tiang dalam rumahlah," ucapnya.

Basir menuturkan, sesuai pengalaman banjir sebelumnya di Desa Atap, Sembakung air bisa bertahan di dalam rumah sampai 2 minggu ke depan.

"Air turun jadi 4 meter sekarang. Air memuncak 5,27 meter itu tidak sampai atap rumah. Hanya setengah tiang dalam rumah," ujarnya.

Banjir yang terjadi selama sepekan lebih merendam 631 unit rumah. Kemudian, ada sebanyak 1.006 KK atau 3.217 jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Lumbis.

Sebanyak 680 KK atau 2.005 jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Sembakung. Sedangkan di Sembakung Atulai sebanyak 326 KK atau 1.212 jiwa yang terdampak.

"Yang mengungsi ada 31 KK atau 81 jiwa. Itu warga Desa Atap. Mereka rata-rata evakuasi diri sendiri ke Gunung Kambing. Karena udah terbiasa dengan situasi banjir," tuturnya.

Baca juga: 380 Kg Daging Ilegal Merk Allana Gagal Diselundupkan, Dibungkus Dalam Karung Diduga dari Nunukan

Bupati Nunukan telah menetapkan status tanggap darurat untuk Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai mulai 25-31 Mei.

Saat ini personel BPBD baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan gotong royong mendistribusikan sembako ke 631 unit rumah mulai 26 Mei.

"Sebenarnya pendistribusian sembako sudah dimulai pada 24 Mei, karena masih ada sisa stok sembako di pos BPBD kecamatan. Belum update lagi ketinggian banjir karena teman-teman masih fokus dipendistribusian sembako," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis.

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved