Rabu, 29 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Kaltara Butuh Komitmen Pemangku Kepentingan

Kadis Perpustakaan Kaltara sebut komitmen dukungan dari para pemangku kepentingan dibutuhkan untuk program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi.

Editor: Amiruddin
HO/Pemprov Kaltara
Kadis Perpustakaan Kaltara Ramli, SE, M.Si di sela sosialisasi yang dihelat di Hotel Luminor, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM – Untuk mendorong penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Kaltara kian siginifikan, dibutuhkan komitmen dukungan Kerjasama dari para pemangku kepentingan (stake holder).

Termasuk sektor swasta lewat tanggungjawab sosialnya atau Corporate Social Responsibility.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara Ramli, SE, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara kegiatan Sosialisasi Provinsi Kaltara, di Hotel Luminor, Selasa (19/7/2022).

Ramli mengatakan, program TPBIS yang dilaksanakan sejak 2020 lalu, baru dirasakan manfaatnya oleh tiga Perusda dan 12 perpusdes.

Padahal program tersebut bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga mampu meningkatkan inovasi, kreativitas masyarakat serta kesenjangan akses informasi.

“InsyaAllah dalam waktu dekat kita akan laksanakan pertemuan para pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta agar ada komitmen terkait TPBIS.

Harapannya penerima manfaat bisa meningkat kesejahteraannya, mandiri serta menularkan ilmunya kepada masyarakat sekitarnya,” ujar Ramli dalam rilis yang diterima TribunKaltara.com, Selasa 19 Juli 2022.

Ramli menyebutkan, bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kaltara pada tahun 2021 mencapai 16,71 persen, dengan tingkat kegemaran membaca sebesar 56,12 persen.

Baca juga: Tata Strategi Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kaltara Gelar Rakor di Kota Tarakan

Namun angka tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kegemaran membaca Indonesia untuk tahun 2024 mendatang, yakni sebesar 71,3 persen.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa perpustakaan dengan basis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk melihat keberagaman budaya, memiliki keinginan untuk menerima perubahan, dan memberi kesempatan dalam berusaha dan melindungi budaya.

Menurutnya, hal ini penting agar perpustakaan tak hanya berperan sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan sebagai wahana pembelajaran untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik.

Perlu adanya sinegritas dan kolaborasi untuk mendukung TPBIS. Diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap citra perpustakaan dan memberi dampak peningkatan kesejahteraan bagi pemustakanya.

"Saya berharap seluruh peserta sosialisasi mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin, sehingga keberlangsungan program ini lebih aktif dengan melibatkan berbagai pihak," pungkas Ramli.

Dalam sambutan tertulisnya Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyampaikan, seiring perkembangan zaman, terutama di era industri 4.0 seperti saat ini, keberadaan Perpustakaan harus terus diperkuat.

Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui peningkatan literasi.

Baca juga: Sarana Prasarana Dinas Perpustakaan Kearsipan KTT tak Memadai, Pengarsipan Masih Dititipkan di OPD

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved