Berita Kaltara Terkini

Sidang Pertama Briptu Hasbudi Diskors, Terdakwa Kasus Tambang Ilegal Ini Mengaku Sakit Maag

Saat persidangan pertama Ketua Majelis Hakim PN Tanjung Selor menanyakan kondisi kesehatan terdakwa Briptu Hasbudi. Dia mengaku sakit maag.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Briptu Hasbudi dan pengacaranya Syafruddin saat mengikuti sidang pertama kasus tambang emas ilegal secara daring dari Rutan Mapolres Bulungan, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Sidang perdana Briptu Hasbudi, terdakwa kasus tambang emas ilegal di Sekatak berlangsung secara daring atau online pada Kamis (28/7/2022).

Sidang dipimpin oleh Hakim Khairul Anas yang bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor.

Briptu Hasbudi didampingi pengacaranya, Syafruddin mengikuti sidang online dari Rutan Mapolres Bulungan.

Baca juga: Update Kasus Tambang Ilegal, Besok Briptu Hasbudi Disidang, PN Tanjung Selor Sebut Digelar Online

Dari pihak Jaksa Penuntut Umum hadir Jaksa Mohammad Rahman dan Rahmatullah Aryadi mengikuti sidang dari Kantor Kejaksaan Negeri Bulungan.

Sebelum memulai sidang, Hakim Ketua Khairul Anas menanyakan kondisi kesehatan terdakwa. "Bagaimana kondisi kesehatan terdakwa?" tanyanya.

Baca juga: Polisi Sudah Sita Aset Hasbudi, Bagaimana Nasib 17 Kontainer Pakaian Bekas? Ini Kata Polda Kaltara

Briptu Hasbudi menjawab tidak dapat mengikuti persidangan lantaran sedang sakit maag. Dirinya juga meminta pindah lokasi tahanan agar bisa mengikuti sidang.

"Hak kami sebagai tersangka dan terdakwa dirampas kami dikasih makan kadang jam 12 kadang jam 1 kadang jam 2, kami di sini sakit maag," jawab Briptu Hasbudi.

"Bisa ikut persidangan?" tanya Hakim Ketua.

"Kami tidak akan siap persidangan selama kami ditahan di Polres Bulungan," balas Hasbudi.

Jaksa penuntut umum dari Kejari Bulungan, Mohammad Rahman dan Rahmatullah Aryadi dan saat mengikuti sidang pertama terdakwa kasus tambang emas ilegal secara online di Kejari Bulungan, Kamis (28/7/2022).
Jaksa penuntut umum dari Kejari Bulungan, Mohammad Rahman dan Rahmatullah Aryadi dan saat mengikuti sidang pertama terdakwa kasus tambang emas ilegal secara online di Kejari Bulungan, Kamis (28/7/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

Hakim Ketua pun memerintahkan jaksa penuntut umum untuk mengecek kesehatan terdakwa kasus tambang emas ilegal itu.

Dengan begitu, sidang pertama pun harus diskors menunggu hasil pemeriksaan dokter atas kesehatan Briptu Hasbudi.

Baca juga: Kejari Bulungan Limpahkan Berkas Perkara Hasbudi ke Pengadilan, Kasi Pidum Siap Jalani Persidangan

"Oke sakit maag, penuntut umum ada dokter di Polres? kalau ada bisa diperiksa dulu, jadi kita skors dulu ya, dokter di Polres dicek dulu ya, kalau sudah selesai kita lanjutkan kembali, dengan ini sidang diskors," tutup Hakim Ketua.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved