Opini
Songsong IKN Nusantara, Pemuda Kaltim Bergerak Bersama
SEJUMLAH problem krusial masih menggantung-menggelayut jelang pemindahan ibu kota negara atau IKN Nusantara ke Kalimantan Timur.
Keempat, membangun kepedulian terhadap masyarakat sekitar, jangan cuek atau apatis.
Bergerak bersama dan bangkitlah bersama: saatnya pemuda berperan lebih besar di lingkungan sekitarnya.
Kelima, berkomitmen untuk terus berperan membangun negeri, diawali dengan peran-peran kecil yang sederhana, namun terus berkelanjutan.
Keenam, terus membangun diri, baik dari sisi akademis, akhlaq dan adab, dan ketaqwaan (integritas). Pemuda harus menjadi generasi yang baik dan kuat, tidak gampang “baper”, “mager”, “kena mental”, dan digerus polusi moral.
Baca juga: Kritikan Rocky Gerung terhadap Pembangunan IKN dan Argumen Pencerahan Rektor Universitas Balikpapan
Ketujuh, perlu dipahami bahwa “IKN adalah untuk Indonesia, bukan semata untuk Kaltim”.
Karenanya, meskipun warga Kaltim sangat berharap bisa berkontribusi membangun IKN, bukan berarti anti-pendatang dan anti-SDM non Kaltim. Ini mindset yang penting ditanamkan sejak awal.
Kedelapan, jadi atau tidaknya IKN pindah dalam waktu dekat, tetaplah berkontribusi untuk Indonesia.
Niatkan sungguh-sungguh sebagai ibadah dan amal kebaikan; terus berbuat yang terbaik. Kebaikan adalah jalan menuju kebahagiaan.
Terakhir, sebagai reminder, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila SDM generasi muda berkualitas.
Bila tidak berkualitas, justru akan menjadi bencana demografi. Semoga Kaltim kelak benar-benar menuai bonus, bukan bencana. (*)
*) Anggota DPD/MPR RI dari Dapil Kalimantan Timur