Berita Tarakan Terkini

Non ASN 2.873 Orang, Wali Kota Tarakan Sebut Sangat Butuh Tenaga Kontrak, Tahun ini Siapkan 70 Kuota

Non ASN 2.873 orang, Wali Kota Tarakan sebut sangat butuh tenaga kontrak, tahun ini siapkan 70 kuota, opsi terbaik tiap tahun ada pengangkatan P3K.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Persoalan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) mulai dibahas di Pemkot Tarakan. Saat ini tim sedang melakukan proses pendataan.4

Untuk diketahui, pemerintah pusat saat ini hanya menerapakn dua kategori yakni PNS dan PPPK atau P3K.

Tercatat saat ini, total tenaga non ASN mencapai 2.873 orang. Itu terdiri dari tenaga kontrak dan supir, clening service dan petugas kebersihan serta guru honorer.

“Untuk tenaga kontrak dan sebagainya sudah saya jelaskan dan berikan pemahaman kepada semua bahwa sekarang lagi pendataan tetapi pendataan itu kan tidak menjadi bagian, bahwa itu langsung diangkat jadi P3K,” jelas Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes.

Baca juga: Diamankan Brimob, HN Harus Jalani 16 Tahun di Sel Lapas Tarakan, Pernah Tersandung 2 Kasus Narkotika

Sehingga dikatakan Khairul, ada tahap-tahapan yang harus diselesaikan khususnya untuk tenaga kontrak termasuk guru honorer yang ada di Kota Tarakan.

“Tapi yang pasti, kami minta tadi seluruh jajaran Disdikbud khususnya kepala sekolah, memberikan ketenangan kepada semua yang ada di situ supaya jangan gaduh. Kita serahkan semua urusan kepada pemerintah kota, kita juga bersama pemerintah pusat sedang memikirkan langkah-langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini,” harap Wali Kota Tarakan.

Secara factual lanjut Khairul, keberadaan tenaga kontrak sangat dibutuhkan. Laporannya juga cukup banyak. Sementara dari Pemkot Tarakan sudah tidak melakukan pengangakata tenaga kontrak selama dua tahun terakhir.

“Jadi itu yang menjadi faktual dan sebenarnya sudah kita laporkan juga ke pusat. Baik waktu saya ketemu di Kantor Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) termasuk ada Kepala BKN kemarin Pak Bima,” ungkap Khairul.

Ia berharap dengan penyampaian tersebut diharapkan ada sinkronisasi baik pusat dan daerah.
“Mudahan ini langkah terbaiklah buat semuanya. Karena memang factual, secara de facto, mereka ini memang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada dua persoalan saat ini yang harus diselesaikan. Pertama, jika semua diberhentikan, tenaga mereka sangat dibutuhkan.

“Karena ASN kita juga kurang untuk pelayanan di manapun termasuk guru, kesehatan dan tempat lain termasuk honor tempat lain,” urainya.

Kemudian persoalan kedua, jika secara sekaligus semua diangkat menjadi P3K, kemampuan keuangan Pemkot Tarakan yang tidak cukup.

“Karena setelah saya tanya kan ya ujung-ujungnya memang karena harus mengambil dari anggaran kita. Dan itulah yang kita nanti tidak kuat untuk membayar. Itu secara keseluruhan,” bebernya.

Baca juga: Harga Tiket Naik Rp 25 Ribu, Penumpang Speedboat Reguler Rute Tanjung Selor-Tarakan Kaget

Maka lanjut Khairul, kebijakan sementara yang diambil pihaknya dan itu sudah mulai berjalan sejak tahun 2021 kemarin, setiap tahun ada pengangkatan P3K.

“Tahun ini kita angkat P3K 70-an orang. Total 60-an khusus guru, 10 orang tenaga kesehatan. Lalu tahun depan mudah-mudahan bisa lebih banyak. Bisa sampai 100. Kalau kita hitung sekarang, kan kita sekarang ini kebijakannya mengganti yang pensiun,” pungkas Khairul.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved