Berita Tarakan Terkini

Kanwil Kemenkumham Kaltim Bentuk Tim, Lakukan Pemeriksaan Internal di Lapas Kelas IIA Tarakan

Kedapatan ada narapida narkotika yang keluar dari Lapas KelasIIA Tarakan dan diamankan Polda Kaltara, Kanwil Kemenkumham Kaltim bentuk tim gabungan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Ilustrasi napi dalam Lapas Kelas IIA Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Menindaklanjuti kasus napi Lapas Kelas IIA Tarakan kedapatan berada di luar lapas dan sempat diamankan personel Brimob Kaltara di kediaman yang bersangkutan pada Sabtu (3/9/2022) lalu, Kanwil Kemenkumham Kaltim membentuk tim gabungan.

Tim gabungan dibentuk dalam rangka melakukan pemeriksaan internal  Lapas Kelas IIA Tarakan terkait narapidana kasus narkotika yang didapati ‘keluyuran’ di luar Lapas.

Selain dari tim Kanwil Kemenkumham Kaltim, personel tim juga diterjunkan dari Kemenkumham. Ini disampaikan Kepala Kanwil Kemenkumhan Kaltim, Sofyan kepada awak media.

Baca juga: Klarifikasi Kalapas Tarakan Soal Napi Ditangkap Satbrimob, Arimin: Jenguk Anak Sakit Habis Operasi

Sofyan melalui sambungan telepon selulernya menjabarkan, tim khusus yang melakukan pemeriksaan tiba di Tarakan, Selasa (6/9) sore kemarin. Teknisnya, untuk prosedur pemeriksaan kasus ini, awalnya harus membentuk tim di wilayah.

“Harus ada tim khusus turun, biar lebih tajam. Kami gabung antara tim dari Kanwil 2 orang dan 3 orang tim dari pusat. Jadi, netral. Berkaitan menghindari hal yang tidak diinginkan, makanya kami minta tim khusus turun. Tim kami sudah turun duluan, tim khusus datang baru pemeriksaan sama-sama. Kalau pak Kadiv (Tim dari Kanwil Kemenkumham) sudah turun,” jelas Sofyan.

Adapun pemeriksaan internal bisa memakan waktu sampai akhir pekan ini. Estimasi lanjutnya, Senin (12/9/2022) mendatang, hasil akan dipaparkan di Kanwil Kemenkumham Kaltim untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca juga: Brimob Polda Kaltara Tangkap Napi Kasus 11 Kg Sabu Diduga dari Lapas Tarakan, Tes Urine Positif

“ Tim akan memastikan apakah mengeluarkan warga binaan sudah sesuai prosedur. Karena mengeluarkan warga binaan, untuk izin keluar Lapas harus sesuai Undang undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang menyebutkan, hak narapidana, keperdataan dan boleh keluar 1x24 jam dengan alasan anak sakit, istri sakit, bapak atau Ibu meninggal, menjadi wali nikah dan bagi waris,” beber Sofyan.

Kemudian lanjutnya napi yang sudah mendapat izin kelar, wajib didampingi petugas Lapas sebanyak dua orang.

“Keluar dengan pengawalan,” ujarnya.

Ilustrasi napi dalam Lapas Kelas IIA Tarakan.
Ilustrasi napi dalam Lapas Kelas IIA Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Lebih lanjut menyoal sanksi ketika ada pelanggaran prosedur, bisa dilakukan penundaan remunerasi selama 6 bulan hingga setahun untuk hukuman sedang.

Namun, sanksi yang diberikan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan terkait kelalaian. Semua dalam kasus ini akan diperiksa, mulai dari Kepala Lapas hingga ke jajarannya.

“Ke depan harus bisa prosedur. Mungkin ada hal yang dilaksanakan, tidak diketahui, petugas kita berubah pikiran, dengan cara apa, itu tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya.

Baca juga: Lapas Tarakan Bantah Napi jadi Otak Penyelundupan Sabu 1 Kg, Ini Respon Satresnarkoba Polres Nunukan

Lebih jauh ia melanjutkan, di Kaltara ada banyak sekali hingga ratusan narapidana dengan kasus narkotika dan hukuman 20 tahun, seumur hidup hingga ancaman mati.

Hanya saja, dari pihaknya tidak memiliki biaya untuk bisa memindahkan narapidana dengan status hukuman tersebut terutama yang residivis dipindahkan ke Nusakambangan. Terutama memindahkan gembong narkotika, dikhawatirkan malah mengancam jiwa petugas di perjalanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved