Berita Tana Tidung Terkini

Jaga Adat Istiadat Suku Tidung, Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Ikut Tolak Bala di Bulan Safar

Pelaksanaan doa tolak bala hari ini, dilakukan di hari Rabu Akhir Bulan Safar yang jatuh pada 29 September 2022.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Masyarakat Tana Tidung saat berkumpul di acara tolak bala di bulan Safar, yang diadakan di Siring Tidung Keramat, Kabupaten Tana Tidung hari ini, Rabu (21/9/2022) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung baru saja menggelar tradisi turun temurun doa tolak bala di Bulan Safar.

Pelaksanaan doa tolak bala hari ini, dilakukan di hari Rabu Akhir Bulan Safar yang jatuh pada 29 September 2022.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan, tradisi tolak bala di bulan Safar ini, sebagai cara masyarakat Tana Tidung, Kalimantan Utara menjaga adat istiadat dan budaya Suku Tidung, yang telah dilakukan turun temurun.

Baca juga: Tak Lepas dari Nuansa Islam, Begini Makna Ketupat dalam Ritual Tolak Bala Bulan Safar Suku Tidung

Masyarakat Suku Tidung percaya, bulan Safar ini merupakan bulan yang panas dan penuh mara bahaya.

"Keyakinan kita, orang-orang Tidung yang ada di Kalimantan Utara, untuk mengadakan doa bersama pada Rabu awal dan Rabu akhir bulan Safar," ujarnya kepada TribunKaltara.com

Orang nomor satu di Tana Tidung itu menyampaikan, tradisi turun temurun ini tidak lain dan tidak bukan untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dijauhkan dari mara bahaya.

Baca juga: Tradisi Tolak Bala, Pemkab Tana Tidung Pecahkan Rekor MURI Terkumpul 67.693 Ketupat

Selain itu dia katakan, tradisi tolak bala di bulan Safar ini merupakan bagian dari rutinitas dan adat istiadat masyarakat Tidung.

"Karena saya sebagai Bupati Tana Tidung dan orang Tidung, maka sudah sebuah keharusan dan kewajiban saya memperkenalkan, bahwa orang tidung itu memiliki adat istiadat dan budaya, salah satunya ya tolak bala di bulan Safar ini," katanya.

Masyarakat Tana Tidung saat menghadiri acara tolak bala di bulan Safar sekaligus pemecahan rekor Muri ketupat terbanyak.
Masyarakat Tana Tidung saat menghadiri acara tolak bala di bulan Safar sekaligus pemecahan rekor Muri ketupat terbanyak. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

Lebih lanjut dia sampaikan, dalam acara tolak bala tahun ini, pemerintah Kabupaten Tana Tidung juga berhasil memecahkan rekor ketupat terbanyak di dunia.

"Artinya, sedunia belum ada yang memecahkan rekor membuat ketupat sebanyak 67 ribu lebih, dan Alhamdulillah hari ini bisa terpecahkan," ucapnya.

Baca juga: Mandi Salamun hingga Menimbang Bayi, Tradisi Masyarakat Kabupaten Tana Tidung di Bulan Safar

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved