Berita Kaltara Terkini

Dirlantas Polda Kaltara Sebut E-TLE di Kota Tarakan Baru Efektif Oktober 2022

E-TLE ini baru akan diterapkan di Kota Tarakan . Di mana sudah ada dua titik kamera E-TLE yang terpasang di Jalan Sudirman dan Jalan Yos Sudarso.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Dirlantas Polda Kaltara mengatakan penerapan E-TLE baru efektif Oktober mendatang. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Penerapan electronic traffic law enforcement (E-TLE) resmi diluncurkan di Polda Kaltara, Kamis (22/9/2022).

Di tahap awal, E-TLE atau tilang elektronik ini baru akan diterapkan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Di mana sudah ada dua titik kamera E-TLE yang terpasang di Jalan Sudirman dan Jalan Yos Sudarso, Tarakan.

Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Rachmad Iswan Nusi, mengatakan, usai peluncuran pada hari ini, penerapan penuh E-TLE baru akan berlaku pada bulan Oktober mendatang.

Baca juga: E-TLE Resmi Diluncurkan di Kaltara, Kapolda Irjen Pol Daniel Sebut Tarakan Jadi Lokasi Pertama

Artinya pada bulan Oktober nanti, jika ada pelanggaran lalu lintas di area E-TLE di Kota Tarakan maka tilang elektronik akan diberlakukan.

"Setelah launching ini, Oktober kita sudah bisa operasional penindakan," kata Kombes Pol Rachmad Iswan Nusi.

Baca juga: Operasikan 30 Unit CCTV, Wardhana Sebut Penerapan E-Tilang Bukan Domain Tarakan Command Center

"Jadi sejauh ini kita masih uji coba, nanti Oktober sudah berlaku," ungkapnya.

Menurut Kombes Pol Rachmad, dengan adanya E-TLE maka sejumlah pelanggaran dapat ditindak.

Kamera E-TLE di Kota Tarakan
Kamera E-TLE di Kota Tarakan (TRIBUNKALTARA.COM/ Tangkapan Layar Youtube/NTMC Polri)

Seperti halnya pelanggaran abai menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara mobil yang masih marak di Kaltara.

Dirinya juga memastikan, dengan adanya E-TLE maka pungutan liar atau pungli dalam penilangan dapat diminimalisir.

Baca juga: Video Polantas di Batam Tilang Pengendara dan Minta Rp 250 Ribu Viral, Kasatlantas Langsung Jelaskan

"Untuk sementara memang pelanggaran dominan itu pelanggaran rambu dan marka, kemudian sabuk keselamatan, kalau helm 90 persen masyarakat Kaltara sudah sadar ya," ujarnya.

"Sebelumnya kalau pungutan oknum mungkin saja ada, tapi dengan adanya E-TLE itu meminimalisir itu, jadi mereka bisa selesaikan pelanggaran itu dengan membayar langsung ke bank," tuturnya.

 

 

 

 

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved