Edukasi
Batik Ecoprint Inovasi Pembelajaran Seni Budaya di MTs Negeri 1 Balikpapan
Dengan perkembangan pengetahuan,inovatif dan kreatifitasnya siswa MTs Negeri 1 Balikpapan mencoba berkarya seni rupa dua dimensi dengan obyek flora.
- Bentangkan kain mori yang telah dimordan dibasahi di atas plastik
- Setengan kain mori yang telah dibentangkan disusun daun daun sesuai kreatifitas kita dengan mempertimbangkan keseimbangan sisi kanan dan sisi kiri agar hasilkan balance
- Jika sudah tersusun rapi bagian kain yang tidak disusun daun-daun ditutupkan pada bagian kain yang telah disusun daun-daun,setelah itu bagian atasnya ditutup plastik.
- Kain yang telah ditutup plastik siap untuk diinjak-injak sampai rata agar ada yang keluar dan daun-daun yang telah disusun nempel pada kain
- Setelah proses injak kain dilanjutkan dengan kain digulung seluruhnya dan dilipat lalu diikat dengan rafia seperti mengikat pada proses pembuatan buras atau pembuatan lepet
- Setelah kain diikat lalu dikukus selama 2 jam
- Setelah dikukus 2 jam diangkat dan tali dibuka dan proses buka kain dan pengambilan daun dari kain mori
- Kain sudah jadi batik ecoprint dengan motif sesuai dengan kreatifitas kita
- Kain diangin-anginkan
- Kain siap untuk digunakan
Baca juga: Bultiya Fashion Week, Citayam Fashion Week ala Tanjung Selor, Ajang Promosi Batik Lokal Kaltara
Batik ecoprint bisa digunakan berbagai produk seperti baju,mukena,tas,dompet souvenir dan produk lainnya.
Batik ecoprint tidak kalah menariknya dengan batik lainnya selama ini seperti batik tulis,batik ikat,batik cetak.
Bahkan batik ecoprint memiliki nilai estetis yang tinggi karena motif yang dihasilkan alami langsung dari daun yang kita gunakan.
Siswa MTs Negeri 1 Balikpapan telah mempraktikkan batik ecoprint dengan menggunakan berbagai macam daun.
Dari sinilah siswa mengetahui daun- daun yang bisa menghasilkan warna yang pekat dengan motif serat daun itu sendiri dan mengetahui daun yang kurang menghasilkan warna yang pekat.